• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Film Panjang Satu Shot Garin Nugroho Terbuka Bagi Pemutaran Komunitas

Purba Wirastama - 09 Oktober 2018 19:22 wib
Nyai (Garin Nugroho)
Nyai (Garin Nugroho)

Jakarta: Nyai, film panjang eksperimen Garin Nugroho yang digarap dengan satu shot dan satu take, telah tayang perdana di Festival Film Busan dua tahun silam. Sekarang film ini terbuka bagi komunitas yang ingin menayangkan di layar-layar alternatif.

Tidak hanya penayangan, Garin juga membuka kesempatan kerja sama untuk mengadakan kelas diskusi bersama komunitas.

Nyai mengambil latar 1926-1927 ketika awal sejarah film Indonesia tercipta. Film berkisah tentang kehidupan seorang perempuan pribumi yang menikah dengan lelaki Belanda pada masa kolonial. Annisa Hertami berperan sebagai Nyai dan beradu akting dengan Rudi Corenz, Chawatie, dan Gunawan Maryanto.

Film ini diadaptasi dari sejumlah novel klasik yang menceritakan sosok serupa, yaitu "nyai" atau perempuan pribumi yang menjadi istri tak resmi orang Belanda era kolonial.

Novel rujukan adalah Nyai Isah (1904) karya F Wiggers, Seitang Koening (1906) karya RM Tirto Adhisoerjo, Boenga Roos dari Tjikembang (1927) karya Kwee Tek Hoay, Nyai Dasima (1960) karya SM Ardan, serta Bumi Manusia (1980) karya Pramoedya Ananta Toer.

Menurut Garin, Nyai mampu menjadi pengantar sejarah film Indonesia pada awal pertumbuhan, serta kaitan film ini dengan aspek sejarah industrialisasi awal abad ke-20, sejarah perkembangan sastra dan film ke teater, dan kaitan film dengan politik kolonial.

"Film saya yang ini memang tidak akan beredar di bioskop reguler, tetapi layak untuk ditonton karena bisa menjadi pengantar sejarah film Indonesia. Maka kami akan memperbanyak pemutaran dengan komunitas-komunitas dan melengkapi dengan rangkaian master class," kata Garin dalam keterangan tertulis yang kami terima.

Nyai berdurasi 89 menit. Syutingnya dilakukan dalam satu shot, satu take, dan waktu riil ibarat pertunjukan teater. Produksi dilakukan pada tahun yang sama dengan film Setan Jawa. Ong Hari Wahyu menangani riset visual dan penataan artistik. Andhy Pulung menjadi produser dan editor.

"Karena produksi film ini sangat independen dan dengan tim yang kecil, metode distribusinya juga bergerak independen. Film ini unik dan memberikan perspektif baru di perfilman Indonesia," ujar Garin.

Sebelum mampi ke komunitas, Nyai ditayangkan di Jakarta dan Surabaya lewat kerja sama dengan CGV dan Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm).

Sesi penayangan Jakarta telah diadakan di bioskop CGV Pacific Place pada Sabtu, 6 Oktober. Sesi Surabaya akan diadakan di CGV BG Junction pada 12 Oktober. Garin juga membuka kelas diskusi terbatas dan gratis bagi pembuat film muda yang pernah menyutradarai satu film pendek.

Sebelumnya, Nyai telah tayang di sejumlah festival film bergengsi di Busan, Torino, Singapura, Rotterdam, dan Goteborg.


 


(ELG)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.