Karakter Jojo di Film Bebas Jadi Potret Zaman Pergaulan 90-an

    Cecylia Rura - 20 September 2019 13:17 WIB
    Karakter Jojo di Film Bebas Jadi Potret Zaman Pergaulan 90-an
    Riri Riza dan Mira Lesmana. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)
    Jakarta: Film Bebas adaptasi box office Sunny dari Korea Selatan mengembangkan cerita lima sekawan remaja putri Vina, Kris, Jessica, Gina, Suci dan remaja putra bernama Jonathan alias Jojo. Karakter Jojo adalah pengembangan cerita dari Mira Lesmana dan Gina S. Noer.

    Dalam film Sunny, geng mereka terdiri dari enam remaja putri dari sekolah perempuan. Untuk film Bebas, karakter Jojo adalah potret untuk menampakkan Indonesia dengan banyaknya sekolah negeri. Karakter ini juga representasi kondisi pergaulan 90-an yang masih mencari jati diri.

    "Kalau di Korea kebanyakan sekolah perempuan. Sementara kita justru kebanyakan sekolah negeri. Akhirnya kita ngobrol, Gina mencoba untuk men-develop. Tentunya yang menjadi kunci utama adalah pertanyaan lelaki yang seperti apa yang bisa berada dalam geng cewek-cewek ini," kata Mira Lesmana, produser film Bebas dari Miles Films di Jakarta Pusat.

    Menurut Mira, karakter Jojo mewakili pria yang menghormati perempuan dan perempuan-perempuan dalma Geng Bebas merasa memiliki kepercayaan terhadap Jojo. Sosoknya di sini tak dijelaskan lebih detail karena Jojo masih dalam tahap pencarian jati diri.

    "Apa dan bagaimana jati dirinya kita sengaja membuka, kita tidak mau membuatnya terlalu spesifik. Makanya tadi Baim Wong sama Baskara sempat bertanya ini arahnya mau ke mana, karena itu potret zaman di masa itu," kata Mira Lesmana.

    Karakter Jojo pada masa itu masih belum diterima oleh publik sehingga kerap dijadikan bahan bercanda. Celetukan itu sempat dikatakan seorang penonton saat nonton bareng SMAN 3, Senin, 16 September 2019 di XXI Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan.

    "Menurut saya juga menjadi potret zaman, laki-laki seperti itu pasti diledek," kata Mira.

    Selain pengembangan karakter Jojo, pengembangan tokoh perempuan yang diganti menjadi karakter pria adalah Jefri Nichol dan Giorgino Abraham. Kedua tokoh itu juga merepresentasikan karakter remaja laki-laki di Indonesia pada zaman itu.

    Film Bebas tetap memertahankan rasa lokal meski mengadaptasi dari film Sunny. Selain menampilkan potret pergaulan dan kondisi sosial tahun 1995, film Bebas melakukan syuting di beberapa sudut autentik Jakarta seperti Blok M, Pasar Baru, dan Menteng.

    Film Bebas dibagi menjadi dua masa yakni 1995 dan 2019. Adaptasi cerita menyesuaikan potret zaman Indonesia pada tahun 1995. Film ini sutradarai Riri Riza dengan naskah dari Mira Lesmana dan Gina S. Noer.

    Film Bebas dalam geng remaja dibintangi Maizura (Vina), Sheryl Sheinafia (Kris), Agatha Pricilla (Jessica), Lutesha (Suci), Zulfa Maharani (Gina), dan Baskara Mahendra (Jojo).

    Geng dewasa diperankan Marsha Timothy (Vina), Susan Bachtiar (Kris), Indy Barends (Jessica), Widi Mulia (Gina), dan Baim Wong (Jojo).

    Jefri Nichol, Darius Sinathrya, Oka Antara, Brandon Salim, Dea Panendra, Amanda Rawles, Giorgino Abraham, Kevin Ardilova, Syifa Hadju, Bisma Karisma, Sarah Sechan, dan Irgy Fahrezy ikut terlibat dalam film.

    Film Bebas tayang serentak di bioskop 3 Oktober 2019.

     



    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id