Alenia Pictures dan Pevita Pearce Reuni di Film Rumah Merah Putih

    Cecylia Rura - 13 Juni 2019 17:27 WIB
    Alenia Pictures dan Pevita Pearce Reuni di Film Rumah Merah Putih
    Alenia Pictures dan Pevita Pearce di film Rumah Merah Putih. (Foto: Medcom/Widjokongko)
    Jakarta: Pasangan sutradara dan produser Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen dari Alinea Pictures, kembali merilis sinema anak bernuansa nasionalis bertajuk Rumah Merah Putih. Film ini menyorot kisah persahabatan anak-anak di Nusa Tenggara Timur, perbatasan garda terdepan Indonesia dan Timor Leste.

    Film ini menjadi karya kesembilan mereka sekaligus pertanda bangkitnya film nasionalis anak karya tangan dingin Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen, selepas film Seputih Cinta Melati. Ide cerita telah dipersiapkan sejak empat tahun lalu. Rencana semula tayang pada momen libur panjang sekolah, tetapi baru dirilis tahun ini lantaran empat tahun belakangan liburan anak sekolah bertepatan dengan momen Lebaran.

    "Sekarang waktunya pas. Film Alenia dibuat untuk semua umur. Paling cocok kalau ditayangkan selama liburan," kata Nia Zulkaranaen di Jakarta.

    Kisahnya juga terinspirasi dari momen viral tahun lalu ketika bendera merah putih tak bisa dikibarkan di sebuah sekolah Kabupaten Belu, NTT. Ari dan Nia melakukan riset bersama dan menemukan fakta baru.

    "Apa yang terjadi jauh lebih mengharukan, saking cintanya mereka dengan bendera merah putih, meskipun benderanya sempat tidak terbuka, mereka kemudian tetap menyanyikan Indonesia Raya sampai nangis. Seorang anak kemudian mengambil alih dan mengibarkan bendera tersebut. Sebuah momen yang membanggakan. Kami menampilkan adegan itu di film agar orang tahu betapa besar kecintaan warga di gerbang terdepan untuk Indonesia," kata Nia.

    Film Rumah Merah Putih mengisahkan empat sahabat, Farel, Anton, Oscar, dan David menjadi peserta lomba panjat pinang pada lomba Agustusan, sepekan sebelum perayaan 17 Agustus. Bukannya bersatu, mereka justru berdebat bahkan menghilangkan cat merah putih milik Farel yang akan digunakan untuk peringatan kemerdekaan Indonesia nanti. Takut dimarahi ayah, Farel dan kawan-kawan mencari cara mengumpulkan uang untuk membeli cat merah putih jelang perayaan 17 Agustus.

    Ari dan Nia kembali menggandeng Pevita Pearce setelah sempat berkolaborasi dalam film Denias. Ari dan Nia memiliki kriteria khusus untuk pemain yang terlibat.

    "Kami mencari aktris yang cukup eksklusif, jarang tampil di suatu film tapi dikenal orang banyak. Maka kami pun memilih Pevita Pearce," kata Ari Sihasale.

    "Dulu kita bertemu di film Denias, Senandung di Atas Awan. Sekitar 13 tahun lalu. Dia ternyata masih mengingatnya. Kami sangat menghargai itu," imbuh Nia.

    Selain Pevita Pearce, film ini turut menghadirkan Yama Carlos, Shafira Umm, Abdurrahman Arif, dan Dicky Tapitapikalawan. Para pemain anak langsung melibatkan anak-anak asli dari Nusa Tenggara Timur yakni Petrick Rumlaklak dan Amori De Purivicacao.

    Film Rumah Merah Putih diproduksi Alinea Pictures dengan arahan sutradara sekaligus produser Ari Sihasale, serta Nia Sihasale Zulkarnaen selaku produser eksekutif. Jeremias Nyangoen kembali dipercaya menulis naskah untuk Alinea setelah sebelumnya memegang peran yang sama untuk film Denias, Di Timur Matahari, dan Serdadu Kumbang.

    Film Rumah Merah Putih tayang di bioskop Indonesia 20 Juni 2019.





     



    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id