Film Rumah Merah Putih Jadi Proyek Trilogi Alenia Pictures di Perbatasan Indonesia

    Cecylia Rura - 14 Juni 2019 07:00 WIB
    Film Rumah Merah Putih Jadi Proyek Trilogi Alenia Pictures di Perbatasan Indonesia
    Kunjungan tim film Rumah Merah Putih di kantor Media Group (Foto: Medcom/Widjokongko)
    Jakarta: Film Rumah Merah Putih menjadi awalan proyek trilogi rumah produksi Alenia Pictures. Setelah Nusa Tenggara Timur, duet sineas Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen sudah merencanakan proyek film baru di perbatasan Kalimantan dan Papua.

    "Ada di NTT, Papua, Kalimantan. Trilogi perbatasan. Kita sudah survei di Kalimantan, sudah dari Kalimantan Barat sampai Kalimantan Utara, kita jalani lima tahun lalu," terang Ari Sihasale saat berkunjung ke kantor Media Group di Kedoya, Jakarta Barat, Kamis 13 Juni 2019.

    Berangkat dari riset yang sudah dilakukan, Ari dan Nia turun gunung melihat situasi lokasi syuting untuk melihat keadaan wilayah perbatasan sebagai garda terdepan Indonesia. Mereka enggan melakukan syuting sekadar menampakkan kemiripan, semisal di studio, karena ingin berdampak juga bagi masyarakat di lokasi syuting mereka.

    "Karena bagi kami syuting bukan hanya sekadar syuting tapi harus ada manfaat untuk daerah setempat," terang Ari Sihasale.

    Pemilihan tiga lokasi perbatasan itu bukan tanpa sebab. Ari dan Nia berniat memberikan gambaran kepada masyarakat kota tentang situasi di area perbatasan yang memiliki rasa nasionalisme kuat terhadap Tanah Air.

    "Kita syuting ini supaya orang Jakarta teredukasi dengan saudara-saudara di perbatasan, dalam artian rasa cinta kepada Indonesia," kata Ari.

    Selain menumbuhkan rasa nasionalisme, proyek trilogi Alenia Pictures ingin menampakkan wilayah perbatasan tidak selalu identik dengan daerah terbelakang. Menurut Nia, warga setempat tampak bersyukur dengan apa yang dimiliki.

    "Misalnya ada di Atambua, anak-anak Silawan. Mereka punya satu hal yang menurut aku baik untuk pendidikan zaman sekarang. Satu, tidak terlalu (bermain) gadget untuk anak-anak dan mereka ada waktu belajar. Kedua, mereka bukan anak-anak yang setiap hari nonton sinetron. Ini yang ngomong juga orangtuanya. Jadi mereka nonton news, kartun," kata Nia.

    Selaras dengan pendapat Nia, Shafira Umm menilai anggapan perbatasan Indonesia adalah wilayah terluar, kurang tepat. Daerah perbatasan perlu dianggap sebagai pintu depan ketika negara lain masuk ke Indonesia.

    "Mereka adalah orang-orang pertama yang ketemu dari negara tersebut. Pintu ada di depan, bukan paling luar. Selama ini yang mungkin musti kita ubah adalah cara kita menganggap mereka. Kita ini bukan orang-orang Indonesia yang paling depan, justru kita adalah orang-orang Indonesia yang ada di bagian paling dalam," terang Shafira.

    Ide cerita Rumah Merah Putih berangkat sejak lima tahun lalu. Inspirasi berlanjut ketika ada kejadian viral bendera pusaka merah putih di sebuah sekolah Kabupaten Belu, NTT tak bisa dikibarkan pada momen perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia tahun lalu.

    Cerita ini diambil pada momen lomba perayaan 17 Agustus dari sudut pandang karakter Farel, Anton, Oscar, dan David. Mereka menjadi peserta lomba panjat pinang sekolah. Mereka berselisih, hingga menghilangkan cat merah putih untuk perayaan 17 Agustus. Farel, Anton, Oscar, dan David berupaya mencari cara untuk mengembalikan cat tersebut.

    Film Rumah Merah Putih menjadi film kesembilan bagi Alenia Pictures. Naskah cerita dikerjakan Jeremias Nyangoen yang sebelumnya menulis film Denias, Di Timur Matahari, dan Serdadu Kumbang. Pemain yang terlibat antara lain anak-anak asli Nusa Tenggara Timur yaitu Petrick Rumlakak dan Amori De Purivicacao, ditemani Pevita Pearce, Yama Carlos, Shafira Umm, Abdurrahman Arif, dan Dicky Tapitapikalawan.

    Film Rumah Merah Putih tayang di bioskop Indonesia 20 Juni 2019.



    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id