Tegas! Indro Minta Tiga Personel Warkop DKI KW Hentikan Kegiatan

    Elang Riki Yanuar - 20 September 2021 16:49 WIB
    Tegas! Indro Minta Tiga Personel Warkop DKI KW Hentikan Kegiatan
    Indro Warkop (Foto: medcom/elang)



    Jakarta: Indro dan Lembaga Warkop DKI akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi terhadap kehadiran tiga pemuda yang disebut mirip tiga personel grup lawak Warkop DKI. Indro dan Lembaga Warkop DKI menyebut tiga pemuda yang menyebut kelompok mereka sebagai Warkopi itu tidak pernah meminta izin.

    Beberapa waktu lalu viral tiga pemuda yang disebut mirip tiga personel Warkop DKI yakni, Dono, Kasino dan Indro. Berkat kemiripannya itu, Sepriadi Chaniago (mirip Dono), Alfred (mirip Kasino), dan Alfin Dwi Krisnandi (mirip Indro) memproduksi tayangan mereka sendiri di Youtube. Bahkan, ketiganya sudah tampil di televisi.

     



    Hal itulah yang memancing reaksi Indro dan Lembaga Warkop DKI. Mereka menyebut Warkopi tidak pernah meminta izin atau sowan langsung kepada Indro, personel Warkop DKI yang tersisa.

    "Menurut kami, penggunaan nama Warkopi bukan tanpa tujuan, di mana nama tersebut dibuat mirip dengan nama Warkop DKI," kata Hanna Sukmaningsih, Ketua Lembaga Warkop DKI dalam jumpa pers virtual, Senin (20/9/2021).

    Menurut Hanna, pihaknya sempat melakukan pertemuan secara virtual dengan manajemen Warkopi. Saat itu, mereka meminta bertemu langsung dengan Indro. Padahal, kata Hanna, Lembaga Warkop DKI adalah pemegang hak eksklusif yang sah atas merek dan nama "Warung Kopi Dono Kasino Indro".

    Namun, belum bertemu, Warkopi tiba-tiba sudah tampil di dua acara televisi. Padahal, dalam pertemuan virtual, Lembaga Warkop DKI meminta Warkopi menghentikan dulu kegiatan sebelum benar-benar bertemu secara langsung.

    "Tanggal 24 Agustus kami virtual meeting antara Patria Tv dan manajemen Pakde Indro. Mereka minta ketemu langsung. Tapi yang punya hak bukan Indro, tapi lembaga. Jadi seharusnya minta izin ke lembaga dulu kalau mau jalan," kata Hanna yang merupakan putri dari Kasino.

    "Tanggal 6 September mereka main di OVJ dan 9 September Brownis Trans Tv. Mereka (pihak Warkopi) baru email 10 September. Padahal di Zoom sudah dibilang jangan maju (tampil) dulu," lanjut Hanna.

    Pernyataan serupa datang dari Indro. Sebagai satu-satunya personel Warkop DKI yang masih hidup, Indro tidak pernah mempermasalahkan jika ada orang yang memiliki kesamaan wajah dengan dirinya atau personel Warkop DKI lain.

    Namun, Indro menyebut para personel Warkopi dan manajemennya tidak pernah meminta izin kepadanya tapi sudah melakukan aktivitas yang menyeret nama Warkop DKI. Sebagai grup lawak, Indro mengingatkan jika Warkop DKI memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang harusnya dihargai.

    Senada dengan sikap Lembaga Warkop DKI, Indro meminta Warkopi menghentikan dulu aktivitas mereka.

    "Ssaya enggak persoalkan miripnya. Seenggaknya berdiskusi lah. Ini bukan bukan sekadar etika, ada hal yang sulit dikatakan yang menyetuh di kehidupan kami sebagai orang yang ditiruin. Tapi kami dilindungi undang-undang. Mereka kan mengekspresikan seolah-olah mereka itu kami (Warkop DKI). Kalau kami tidak dilindungi HAKI sih tidak apa-apa. Makanya kami mengimbau sudahlah, berhenti dulu karena kalian mendahului," jelas Indro.

    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id