Kepala Bekraf Bangga Film Kucumbu Tubuh Indahku Dikirim ke Oscar 2020

    Cecylia Rura - 19 September 2019 19:12 WIB
    Kepala Bekraf Bangga Film Kucumbu Tubuh Indahku Dikirim ke Oscar 2020
    Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKraf) Triawan Munaf di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis, 19 September 2019. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)
    Jakarta: Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKraf) Triawan Munaf menyambut baik partisipasi film Kucumbu Tubuh Indahku di ajang Piala Oscar 2020. Kemarin, film garapan sutradara Garin Nugroho itu secara resmi dipilih mewakili Indonesia di ajang Academy Awards (Piala Oscar) 2020 kategori Best International Feature Film Award atau sebelumnya bernama Best Foreign Language Film.

    Kucumbu Tubuh Indahku nantinya akan bersaing dengan film dari puluhan negara lain sebelum diumumkan menjadi lima nomine. Mendengar kabar film Kucumbu Tubuh Indahku ikut berpartisipasi di Academy Awards 2020, Triawan turut bangga.

    "Kebanggaan seperti ini yang kita dibutuhkan," kata Triawan Munaf sebelum memberi kata sambutan dalam forum AKATARA di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis, 19 September 2019.

    Selain itu, Triawan Munaf ikut bangga atas suburnya perfilman Indonesia belakangan ini. Triawan optimisitis perfilman Indonesia dapat makin berkembang.

    "Saya semakin optimis dengan kualitas film beberapa minggu belakangan dilahirkan dari sineas muda. Seperti sebuah film dari Lola Amaria berjudul 6,9 Detik diluncurkan dan hari ini film adaptasi Sunny, Bebas premier nanti malam. Pasti Mbak Mira lagi sibuk," kata Triawan.

    "Dalam waktu bersamaan ada Pretty Boys dari penyanyi sekaligus dokter Tompi, kita punya banyak talenta seperti Tompi di Indonesia. Mas Wregas selalu menelurkan aspirasi luar biasa," lanjutnya.

    Triawan Munaf menilai film-film pendek memuat nilai humanis yang begitu menyentuh. Dia pun berkelakar agar film pendek jangan dibuat terlalu bagus.

    "Short film jangan dibuat terlalu bagus. Kualitasnya mendalam dan down to earth," katanya.

    "Karena ekspektasi kita enggak terlalu tinggi seperti Bumi Manusia dan Wiro Sableng, sedikit kecewa. Ekspektasi harus kita turunin, jangan terlalu kritis, tapi enggak apa-apa kalau ini memang jadi cambuk pembuat film nasional," lanjutnya saat membandingkan dengan dua film panjang Bumi Manusia dan Wiro Sableng.



     

    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id