Tradisi Unik Madura: Ganti Nama Usai Berhaji

    Antara - 29 Agustus 2019 14:53 WIB
    Tradisi Unik Madura: Ganti Nama Usai Berhaji
    ILUSTRASI: Petugas merapikan paspor milik Jemaah Calon Haji (JCH) kloter pertama embarkasi Palembang/ANTARA/Feny Selly
    Makkah: Tradisi mengganti nama usai menunaikan ibadah haji dinilai tidak ada salahnya. Malahan, hal ini sudah menjadi bagian dari tradisi di sejumlah daerah di Indonesia, khususnya masyarakat Madura, Jawa Timur.

    Konsultan Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah Panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) 2019 KH Ahmad Wazir mengatakan, terkait tradisi ganti nama setelah berhaji dari sisi sejarah dan syariat sudah ditemukan sejak dulu.   

    "Dari sisi agama, literatur belum saya jumpai. Itu hanya aspek tradisi. Maksudnya, ya untuk tabarruk, mengharap berkah," kata Ahmad Wazir di Makkah, Arab Saudi pada Selasa, 27 Agustus 2019.

    Tempo dulu, kata Wazir, perubahan nama itu diurus maktab dari para syekh yang menjadi pemandu jemaah haji. Jika nama asli bermakna kurang baik, sebaiknya memang diganti yang lebih bagus. 

    Sebagai contoh, seorang haji asal Madura, Mistiya (58) mengubah namanya menjadi Siti Solihah. Sedang suaminya, Sapari (63) diganti menjadi Syamsuddin. 

    Meski demikian, perubahan nama tersebut tidak akan mengubah data-data pada dokumen kependudukan atau dokumen-dokumen penting lainnya seperti KTP, KK, atau ijazah lulusan lembaga sekolah.

    "Nama baru ini hanya nama dan gelar setelah haji, tapi akan menjadi nama panggilan populer di masyarakat," terang Sapari. 



    (SBH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id