Pemerintah Akan Bangun Pusat Layanan Haji dan Umrah di Jeddah

    Media Center Haji - 23 Agustus 2019 15:52 WIB
    Pemerintah Akan Bangun Pusat Layanan Haji dan Umrah di Jeddah
    ILUSTRASI: Kantor Urusan Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi/ANTARA/Hanni Sofia
    Jeddah: Pemerintah Indonesia berencana membangun pusat layanan haji dan umroh terpadu di Jeddah, Arab Saudi. Langkah ini dinilai sebagai perluasan fungsi Kantor Urusan Haji (KUH) yang sudah tersedia saat ini.

    Rencana pembangunan pusat layanan ini mengacu pada payung hukum Undang-undang (UU) Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

    Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) RI Nur Kholis Setiawan mengatakan, selain Kemenag, Pemerintah juga melibatkan empat instansi lain guna mematangkan rencana pembangunan pusat layanan tersebut.

    Mereka adalah Kementerian Luar Negeri, Sekretariat Negara, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. Dalam pertemuan yang berlangsung di Jeddah, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri melaporkan sudah membeli satu lokasi yang rencananya akan menjadi pusat layanan terpadu haji dan umrah. 

    "Komisi VIII DPR RI beberapa waktu lalu memastikan lokasi tanah di Jeddah yang akan dijadikan bagi kantor perluasan fungsi urusan haji dan umrah Indonesia," ujar Nur Kholis di Jeddah, sebagaimana dilansir laman Kemenag.go.id, Jumat, 23 Agustus 2019.

    Keberadaan kantor pusat layanan terpadu dianggap penting karena akan menerima tugas mengurusi banyak hal terkait pelaksanaan haji dan umrah. Kegiatan kantor ini diprediksi akan semakin meningkat setiap sejak empat bulan sebelum musim haji. 

    "Sekaligus menjadi pusat aduan ketika ada jemaah umrah yang mengalami masalah terkait dengan travel, tiket, atau hal-hal yang ditimbulkan karena kelalaian biro perjalanan," kata dia.

    Untuk sementara, Kemenag akan mendata berbagai persoalan dan langkah nyata untuk merealisasikan pembangunan pusat layanan haji dan umrah.

    "Kita akan bikin beberapa skema-skema opsional lembaga, struktur organisasi, kemudian sistem kerja sinergi antarinstansi sesuai fungsinya masing-masing," kata Nur Kholis. 



    (SBH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id