YOUR FASHION

BORU, Ethical Brand yang Berkomitmen pada Budaya dan Sustainability

Yuni Yuli Yanti
Senin 03 Mei 2021 / 10:45
Jakarta: Seiring berjalannya waktu, budaya seakan-akan mulai pudar, padahal budaya itu lah yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, PT Toba Tenun Sejahtra dengan bangga mempersembahkan peluncuran brand baru, BORU pada Kamis, 29 April 2021. Brand BORU siap membawakan konsep timeless, ethical dan sustainable dengan mengangkat nilai-nilai budaya Batak dari Sumatra Utara.

Brand yang memiliki arti 'anak perempuan atau putri' ini telah berkolaborasi dengan sejumlah pengrajin tradisional dan desainer muda untuk memadukan aspek budaya dan fashion. Berkomitmen untuk menjaga lingkungan, kebudayaan lokal dan kesejahteraan pengrajin untuk menciptakan perputaran ekonomi yang terus berkembang. 


(Memadukan warna cokelat dan biru dalam koleksinya, Sindar menampilkan gaya casual yang down-to-earth. Foto: Dok. BORU)


BORU terlahir sebagai brand pakaian ready-to-wear yang diproduksi dengan metode slow fashion. Arti dari slow fashion ini adalah penggunaan bahan-bahan eco-friendly dalam produksinya, sehingga menghindari pencemaran dan perusakan lingkungan hidup.

Brand ini menunjukkan komitmennya dengan menggunakan benang dengan komposisi 100 persen katun dan pewarna alami, yang relatif lebih aman dampaknya terhadap lingkungan hidup.


(Motif-motif yang dipakai dalam koleksi ini melambangkan tiga elemen penting dalam budaya Batak, yaitu ‘sinar’, ‘harapan’, dan ‘rumah’. Foto: Dok. BORU)


Penggunaan kain tenun asal Sumatra Utara yang menjadi ciri khas tersendiri untuk BORU. Setiap kreasi BORU memiliki perjalanan yang berakar dari research and development dan menggunakan sumber daya alam yang dipakai dengan bertanggung jawab. Bahkan, sejak pemilihan benang, kain mix material dan pewarna alaminya.



Sindar, Koleksi Perdana 


‘Sindar’ memiliki arti ‘sinar’. Kata ini dipilih sebagai koleksi debut BORU karena setiap pemakai koleksi Sindar seakan-akan menjadi cahaya kecil bagi orang-orang di sekitarnya, dan telah menjadi bagian dari siklus ekonomi karya lokal yang membantu para artisan yang menciptakan koleksi ini.

Motif-motif yang dipakai dalam koleksi ini melambangkan tiga elemen penting dalam budaya Batak, yaitu ‘sinar’, ‘harapan’, dan ‘rumah’. Tak ketinggalan, pola pada kain tenun yang dipakai terinspirasi dari konsep Mataniari (‘penghidupan’) dan Gorga siTagan (‘saling menolong’).


(Koleksi ready-to-wear dengan pilihan untuk wanita dan unisex ini sangat cocok dipakai dalam keseharian kita. Foto: Dok. BORU)


Sindar hadir dalam tiga kategori utama yakni Sindar Singgah, koleksi indoor; kemudian Sindar Binar, koleksi outdoor; dan Sindar Cita, koleksi khusus untuk perempuan. Memadukan warna cokelat dan biru dalam koleksinya, Sindar menampilkan gaya casual yang down-to-earth. Corak tenunnya netral namun indah, bahkan terkesan modern dan kontemporer.  

Sindar pun hadir sebagai aksesori. Ada masker dan hand sanitizer serta pouch, stationery pouch, agenda cover dan gym bag yang praktis. Bahkan koleksi aksesori dari Sindar pun mencakup pelengkap rumah seperti pillow cover. 

(yyy)