YOUR FASHION

Lungsin, Bawa Kain Indonesia Lebih Modern dan Elegan

Raka Lestari
Minggu 06 Juni 2021 / 12:00
Jakarta: Pandemi covid-19 memang memberikan dampak pada pelaku bisnis di Indonesia. Tidak sedikit dari mereka yang harus gulung tikar karena menurunnya jumlah pembeli. 

Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Lungsin, sebuah usaha di bidang aksesori dan tas dari kain-kain nusantara. Aulia R Rusdi, sebagai pemilik Lungsin menceritakan bagaimana awal mula dirinya membangun usahanya tersebut.
 

Awal mula berdirinya Lungsin 


Aulia menceritakan bahwa usahanya tersebut dimulai pada pertengahan tahun 2012. “Waktu itu aku juga sebenarnya masih kerja, kebetulan aku ada akses ke kain-kain tenun. Awalnya tuh pertama coba-coba,” buka Aulia kepada tim Medcom.id.

Dari situ, ide awal Aulia mulai muncul karena menurutnya market untuk aksesori yang berbahan dasar kain tenun sebenarnya masih bisa dikembangkan. 

“Kayaknya masih bisa dikembangkan karena yang sesuai dengan selera aku itu kayaknya waktu itu belum ada. Selera yang lebih ke netral, warna yang fun tapi tidak nabrak-nabrak dan rapi,” kata Aulia. 

“Awal tuh kita membuat aksesori, tadinya juga kita tidak percaya diri tapi ternyata ada yang tertarik. Lalu pelan-pelan bikin produ kaya pouch kecil, kemudian barulah membuat tas,” tambah Aulia lagi.
 

Mengambil bahan baku dari para pengrajin lokal 


Pada awalnya, Aulia menceritakan bahwa ia mendapatkan bahan baku yaitu kain-kain tenun dari pameran atau rumah tenun. Setelah usahanya berjalan sekitar tiga sampai empat tahun, barulah ia mulai bekerja sama dengan para pengrajin lokal.

Dan untuk materi yang digunakan dalam produk-produknya tersebut, selain menggunakan kain Aulia juga menceritakan bahwa ia menggunakan kulit seperti kulit sapi dan domba. “Tapi kalau kulit kita mungkin 80 persen lokal karena ada beberapa warna juga yang impor,” jelas Aulia.

“Tapi kalau kain memang 100 persen dari Indonesia. Pelan-pelan kita eksplor, mulai kerja sama juga dengan pengrajin di daerahnya masing-masing. Kita lumayan sering kolaborasi dengan pengrajin dari derah Padang, Palembang, Baduy,” ujar Aulia.



(Bangganya, Lungsin sudah menjadi clutch ibu negara Iriana Joko Widodo beberapa kali dalam pertemuan penting dengan berbagai tokoh dunia. Foto: Dok. Instagram Lungsin/@lungsinofficial)
 

Mengembangkan produk


Pada saat usahanya berjalan dua tahun, Aulia bercerita bahwa ia mulai mengeksplor berbagai produk lain seperti tas. 

“Kita juga ingin mengembangkan craftmanship tas kita, seperti kehalusan pekerjaannya. Pelan-pelan kita mulai eksplor karena menurut kita untuk satu tas itu terlihat lebih istimewa dan spesial harus didukung aksesoris yang terlihat bagus,” tukas Aulia.

Dalam memilih bahan baku, Aulia menceritakan bahwa biasanya ia tidak melakukan modifikasi dari kain aslinya. 

“Jadi seperti yang mereka buat saja. Kayak misalnya di Indonesia Timur, itu mereka buatnya agak sulit untuk kita bisa costum pattern, motif, atau warna. Kayak di Sumba, itu biasanya kita ngikut aja. Jadi kita tetap pengin ngangkat kain Indonesia tapi terlihat modern dan elegan,” papar Aulia.
 

Range harga produk


Untuk harga dari produk-produknya, Aulia menyebutkan range harga sekitar dari Rp300 ribu sampai sekitar Rp3 juta rupiah. Jika ingin membeli produk-produk dari Lungsin, bisa lengsung membelinya secara offline maupun secara online.

Untuk pembelian secara online, Lungsin sudah memiliki website khusus untuk pembeliannya produknya tersebut. 

Sedangkan jika ingin membeli secara offline, bisa langsuung ke workshop mereka yang ada di daerah Bendungan Hilir, Jakarta Pusat serta di Alun-Alun Indonesia yang ada di Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat.
 

Menghadapi masa pandemi 


“Pada saat pandemi covid-19 ini kita berjuang ya, tentunya semua orang juga berjuang ya. Untuk itu kami membuat e-commerce sendiri supaya orang bisa akses produk kita langsung dari website kita,” aku Aulia.

Selain itu, Aulia juga beberapa waktu lalu menghadirkan produk barunya yaitu tas dari kain lurik.

“Kemarin kita comes up dengan produk baru dari lurik, kita cover plastik supaya orang bisa pakai dan semprot-semprot. Kita ingin mengangkat lurik. Sebelumnya kita sudah ada lurik, bentuknya tote bag dan pas pandemi ini kita kembangin lagi bagaimana caranya agar lurik bisa lebih menarik lagi,” tambah Aulia.

Menurut Aulia, usaha Lungsin untuk bisa menghadapi pandemi serta bangkit dari keterpurukan pada masa pandemi ini adalah dengan melakukan berbagai inovasi pada produk-produknya. Salah satunya adalah dengan mengembangkan produksi dari kain lurik tersebut. 


Yuk, simak berbagai motif tas dan clutch cantik karya Aulia R Rusdi lewat Lungsin.




(TIN)