YOUR FASHION

Yuk, Mengenal Batik Parang yang Sedang Ramai Diperbincangkan

Mia Vale
Kamis 09 Desember 2021 / 15:41
Jakarta: Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan ragam budaya. Salah satunya adalah kain batik yang sudah diakui keberadaannya oleh dunia, baik lokal maupun mancanegara. Bahkan, sudah pula diakui oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Takbenda.

Batik merupakan budaya luhur bangsa yang memiliki keindahan pola dan warna, di mana setiap motif memiliki filosofi tersendiri. Dan salah satunya adalah motif parang yang dikenal sebagai motif batik sakral. 

Dan belum lama ini sebuah postingan dari brand sepatu Brodo sedang ramai diperbincangkan. Pasalnya brand sepatu lokal asal Bandung tersebut memakai ukiran batik parang di outsole atau bagian bawah sepatu.

Kontan saja ini menjadi perbincangan hangat di jagat dunia maya. Kritikan datang dari akun Instagram @k.weisle yang menyayangkan bahwa master piece seperti itu ditempatkan di lokasi terinjak-injak karena di bawah sepatu. 


Baca juga: Brodo Dihujat, Taruh Batik Parang sebagai Outsole Sepatu


Dalam unggahan balasannya, Founder Brodo, Yukka, langsung meminta maaf atas hal tersebut. Dan berencana mengistirahatkan desain tersebut.
 

Nilai dari batik Parang


Nah, seperti apa sih makna dibalik nilai batik parang tersebut? Dinukil dari Wikipedia, pola suatu batik terutama parang mempunyai ciri khas tertentu yang motifnya terkenal dengan kelompok motif garis miring yang tersusun membentuk garis-garis yang sejajar dengan sudut kemiringan 45 persen. 

Sedangkan motif batik parang terdiri dari satu atau lebih parameter ragam hias sehingga menghasilkan motif batik parang yang cukup banyak sehingga pola yang dihasilkan sangat beraneka ragam. 

Hal tersebut sering kali menyulitkan orang awam untuk mengidentifikasi motif batik parang berdasarkan ciri khas yang dimiliki. 
 

Sejarah batik Parang


Batik Parang sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura (Solo). Motif batik yang paling tua di Indonesia ini berasal dari kata Pereng, yang berarti lereng. Melansir dari sumber yang sama, perengan menggambarkan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal. 


arti batik parang
(Batik Parang merupakan salah satu motif batik yang paling tua di Indonesia. Parang berasal dari kata Pereng yang berarti lereng. Perengan menggambarkan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal. Susunan motif S jalin-menjalin tidak terputus melambangkan kesinambungan. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
 

Susunan motif S 


Susunan motif S  jalin-menjalin tidak terputus melambangkan kesinambungan. Bentuk dasar huruf S diambil dari ombak samudra yang menggambarkan semangat yang tidak pernah padam. 
 

Filosofi batik Parang

 
Filosofi dari batik Parang ini memiliki petuah untuk tidak pernah menyerah, ibarat ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak. Motif jalinan yang tidak pernah putus menggambarkan upaya untuk memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun bentuk pertalian keluarga.
 

Garis diagonal lurus


Garis diagonal lurus melambangkan penghormatan dan cita-cita, serta kesetiaan kepada nilai yang sebenarnya. Dinamika dalam pola parang ini juga disebut ketangkasan, kewaspadaan, dan kontituinitas antara pekerja dengan pekerja lain. Batik Parang biasanya digunakan untuk acara pembukaan. Misalnya, Senapati yang ingin pergi berperang, agar pulang membawa kemenangan.

Parang juga berarti perang, para raja Jawa dan kesatria jawa selalu memakai batik parang yang berarti perang melawan hawa nafsunya setiap hari, terus menerus. Hanya para raja dan ksatrialah yang boleh pakai batik parang.

Batik ini melambangkan simbol dan semangat saat turun ke medan perang, penuh keberanian dan pantang menyerah seperti ombak yang memecah karang. 
 

4 jenis batik Parang


Adapun jenis-jenis batik Parang adalah:


arti batik parang
(Motif batik Parang Rusak. Foto: Dok. Batikpesisiran)
 

1. Parang Rusak


Parang Rusak merupakan motif batik yang diciptakan Penembahan Senopati saat bertapa di Pantai Selatan. Motif batik ini terinspirasi dari ombak yang tidak pernah lelah menghantam karang pantai. 

Motif ini melambangkan manusia yang internal melawan kejahatan dengan mengendalikan keinginan mereka sehingga mereka bijaksana. Watak mulia karakter yang akan menang.


arti batik parang
(Motif batik Parang Barong. Foto: Dok. Batikpesisiran)
 

2. Parang Barong


Parang Barong adalah motif yang mempunyai ukuran yang lebih besar dari parang rusak, yang diciptakan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma. Memiliki makna pengendalian diri dalam dinamika usaha yang terus-menerus, kebijaksanaan dalam gerak, dan kehati-hatian dalam bertindak.


arti batik parang
(Motif batik Parang Klitik. Foto: Dok. Batikpesisiran)
 

3. Parang Klitik


Parang Klitik adalah pola parang dengan stilasi yang halus. ukurannya pun lebih kecil dan juga menggambarkan citra feminin. Motif ini melambangkan kelemah-lembutan, perilaku halus dan bijaksana. Biasa digunakan oleh para puteri raja.


arti batik parang
(Motif batik Parang Slobog. Foto: Dok. Kamera Budaya)
 

4. Parang Slobog


Parang Slobog melambangkan keteguhan, ketelitian dan kesabaran. Biasa digunakan dalam upacara pelantikan. Mempunyai makna harapan agar pemimpin yang dilantik dapat mengemban dan menjalankan tugasnya dengan amanah disertai kebijaksanaan dalam diri.

(TIN)