YOUR FASHION

3 Karya Memukau Desainer Muda di MUFFEST Surabaya 2021

Yuni Yuli Yanti
Selasa 27 April 2021 / 12:11
Jakarta: Kehadiran MUFFEST di Surabaya pada awal April 2021, disambut dengan antusiasme para pelaku industri fesyen muslim yang berbasis di Jawa Timur dan sekitarnya.

Melalui pameran dan fashion show di MUFFEST, para pelaku kreatif dan usaha berharap dapat menggiatkan kembali pasar busana muslim di tanah air. Khususnya momen yang potensial menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

MUFFEST di Surabaya menghadirkan kegiatan interaktif dan inspiratif yaitu Seminar “The New Beginning Trend Fashion 2021/2022." Dan, yang paling ditunggu-tunggu adalah parade fashion show dari para desainer seperti Rengganis, Alfatir Muhammad X Kiki Mahendra dan Ardalano. 

 

Rengganis


Koleksi berjudul RETREAT (tempat untuk menyendiri) ini adalah sweater dan hoodie dari bahan fleece tebal 100 persen katun berwarna abu misty. Dominasi warna abu dan tanah menggambarkan suasana kelabu, siluet oversized, layering dan material tebal serta empuk memberi kesan hangat. Juga, aksen bordir mengambil motif daun tanaman hias Monstera. 

Material yang digunakan adalah Tenun Pahikung Sumba pewarna alam, Tenun Baduy pewarna alam, Tenun Bulu Troso, Tenun Endek Bali, dikombinasikan dengan bahan polos knit (kaos) rayon dan katun. 

Walau pemilihan siluet dan material kali ini tidak begitu feminin seperti biasanya, tapi karakter brand Rengganis tetap tampak kuat. Casual ready-to-wear yang bisa dipakai oleh semua jenis bentuk tubuh perempuan, dengan sentuhan bordir tangan yang khas dan aksen wastra Indonesia yang berbeda-beda di setiap koleksinya. 


(Foto: Dok. Istimewa)

 

Ardalano (IFC Community Malang)


Atara menurut bahasa ibrani yaitu mahkota. Bisa kita ketahui bahwa mahkota adalah lambang dari kejayaan. Jadi, koleksi milik Ardalno kali ini memberi kesan si pemakai tampak lebih berwibawa dan anggun. 


(Foto: Dok. Istimewa)

 

Alfatir Muhammad X Kiki Mahendra


Hanbok menjadi inspirasi cuttingan pada koleksi karya Alfatir Muhammad dan Kiki Mahendra. Festival Cherry Blossom merupakan salah satu ajang musim semi di Korea, untuk menyaksikan indahnya pohon sakura yang mekar dengan sempurna. 
Keindahan bunga sakura yang berwarna putih menjadi ide detail dari koleksi ini. 

Menerapkan siluet-siluet dan ciri khas baju traditional Korea ke dalam modest wear diharap dapat menjadi daya tarik tersendiri dari koleksi ini. Warna putih menjadi warna dominan sesuai dengan wrna bunga sakura.

Kombinasi warna lilac dipilih untuk memberikan kesan modern pada tampilan gaun. Detail pleats dari material sifon dan tule juga menjadi kekuatan dalam koleksi ini. Semua bahan dan detail diramu menjadi satu sehingga tercipta look yang feminin, romantic, dan calssy.


(Foto: Dok. Istimewa)

(yyy)