YOUR FASHION

Upaya Penyelamatan Industri Fesyen di Masa Pandemi

Rendy Renuki H
Kamis 01 April 2021 / 19:43
Jakarta: Pandemi Covid-19 berimbas ke sejumlah sektor industri, termasuk industri fesyen. Agar tetap bisa bertahan, industri fesyen dituntut masuk ke ranah digital.

Hal itu dinilai akan membawa manfaat dalam kemajuan bisnis serta pemasaran di masyarakat. Digitalisasi juga dianggap menjadi kunci industri fesyen untuk kembali bangkit.

"Digitalisasi memberikan optimisme baru dimana 71 persen fashion executive berharap bisnis fesyen mereka akan tumbuh 20 persen atau lebih di tahun 2021," ujar Clara Aprilia dalam acara HerStory Indonesia Best Local Brand Fashion Awards 2021, Kamis 1 April 2021.

Laporan Fashion’s Big Reset 2020 oleh Boston Consulting Group menyebutkan, perusahaan fesyen dapat meningkatkan 30 hingga 55 persen total penjualan melalui aplikasi digital. Peningkatan penjualan pun bisa dilakukan melalui digitalisasi, misalnya digital commerce.

"Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 telah mengubah consumers behavoir dalam berbelanja," lanjutnya.

Selain melalui digitalisasi, kemajuan industri fesyen pada tahun 2021 juga dipengaruhi dukungan dari pemerintah, berupa vaksinasi nasional. Vaksinasi ini dinilai membuat industri ini optimis untuk bangkit kembali.

Kebangkitan kembali industri fesyen Indonesia juga dipengaruhi oleh sikap para pelaku fesyen. Memiliki semangat yang tinggi, mental yang baik, dan keinginan untuk berkolaborasi dapat meningkatkan kembali kemajuan industri fesyen di Indonesia. 

"Harus tetap semangat dan fleksibel itu adalah kunci dari kita bisnis fesyen di masa pandemi dan setelah pandemi. Kita harus bisa berkolaborasi dan terbuka. Mempunyai mindset yang terbuka baik sesama industri fesyen atau antar industri, misalnya bekerja sama dengan industri pariwisata atau makanan," ujar Ali Charisma sebagai National Chairman HFC.
(ACF)