YOUR FASHION

Pakaian yang Digunakan Jill Biden dan Kamala Harris Sebelum Pelantikan

Kumara Anggita
Rabu 20 Januari 2021 / 18:56
Jakarta: Sebelum pelantikan dimulai, Presiden terpilih Joe Biden dan Dr. Jill Biden, bersama dengan Wakil Presiden Terpilih Kamala Harris dan suaminya Doug Emhoff berkumpul di National Mall di Washington DC. Ini dilakukan untuk menghormati dan mengenang mereka yang telah pergi karena pandemi covid-19.

Mereka semua tampil dengan penuh harapan. Melalui foto yang beredar, Dr. Biden terlihat mengenakan mantel berwarna ungu sementara Kamala Harris dengan warna krem.

Dikutip dari Vogue, Dr. Biden memilih mantel ungu dan gaun berpanel dari koleksi musim gugur 2021 dari Jonathan Cohen, salah satu dari generasi baru desainer Amerika yang memperjuangkan konsep keberlanjutan dan desain yang bertanggung jawab dalam membuat produknya.

Terlihat pula Dr. Biden mengenakan masker yang matching dengan mantel indahnya. Masker itu berwarna hitam dengan pola berwarna ungu senada dengan mantelnya. 



(Foto pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Amerika sebelum pelantikan dimulai. Foto: Dok. Instagram resmi Dr. Jill Biden/@drbiden)


Dan Wakil Presiden terpilih Harris pun tampil tak kalah menarik. Ia menggunakan mantel oleh Kerby Jean-Raymond dari Pyer Moss, seorang desainer kulit hitam yang juga memiliki misi dalam membuat produknya.

Di runways Jean-Raymond, ia sempat membahas penghapusan narasi Afrika-Amerika dalam budaya populer melalui rangkaian tiga bagian dari koleksi yang dia sebut “American, Also, yang mencakup satu pertunjukan di Weeksville, lingkungan kulit hitam bersejarah di Brooklyn. 

Pada bulan September tahun lalu ia juga mengumpulkan APD untuk pekerja rumah sakit dan memberikan USD50.000 dalam bentuk hibah untuk usaha kecil yang terkena dampak krisis covid-19.

Ketika tiba gilirannya di podium, Harris pun membagikan kata-katanya yang menyentuh dan penuh harapan.

“Malam ini kami berduka dan mulai sembuh bersama. Meskipun kita secara fisik terpisah, kita orang Amerika bersatu dalam jiwa. Dan harapan saya yang tetap, doa yang teguh, adalah agar kita keluar dari cobaan ini dengan kebijaksanaan baru yaitu untuk menghargai saat-saat sederhana, membayangkan kemungkinan-kemungkinan baru, dan untuk membuka hati kita sedikit lebih banyak satu sama lain,” ungkap Harris.
(TIN)