WISATA

Alasan Wishnutama Tunjuk Prabu sebagai Staf Khusus Kemenparekraf

Raka Lestari
Jumat 13 November 2020 / 13:37
Jakarta: Mantan presenter Metro TV, Prabu Revolusi resmi ditunjuk sebagai Staf Khusus dan Juru bicara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), beberapa waktu lalu. Pria bernama lengkap Prabunindya Revta Revolusi ini secara spesifik mendapat tugas Staf Khusus di bidang Komunikasi serta Jubir Kemenparekraf.

Dihubungi oleh Medcom.id via sambungan telepon pada Rabu, 11 November 2020 lalu, Prabu menjelaskan lebih dalam mengenai tugas barunya tersebut. Selain itu ada kebijakan-kebijakan yang akan dilakukan Kemenparekraf untuk menggiatkan kembali wisata di Indonesia pada masa pandemi.

“Sebagai staf khusus di bidang komunikasi merangkap juru bicara. Tugas utamanya adalah memberikan saran dan juga masukan untuk menteri terkait aspek komunikasi dari menteri dan juga kementeriannya,” ujar Prabu.

Suami dari Zee Zee Shahab ini bercerita bahwa tugas utamanya saat ini memberikan masukan kepada Menparekraf Wishnutama, serta memberikan input mengenai bagaimana harus mengomunikasikan kebijakan yang akan dipublikasikan atau diinformasikan ke publik.

“Itu kan membutuhkan pendekatan tertentu ya. Apalagi dengan tantangan sekarang stakeholders untuk publik kan banyak,” tutur Prabu.

“Selain publik itu sendiri, yang kedua juga ada media juga, kemudian ada juga kita bilangnya audiens digital yang punya logikanya sendiri dalam mempersepsi sebuah pesan komunikasi,” ujar Prabu.

Untuk itu, menurut Prabu, karena memang fungsi komunikasi itu sangat vital sekarang, dan juga cukup kompleks, itu sebabnya ada tugas ini staf khusus di bidang komunikasi.

Sedangkan tugas sebagai juru bicara, Prabu menjelaskan bahwa tugas itu merupakan tugas lain dalam membantu Menparekraf. Terutama pada masa pandemi ini akan ada banyak kebijakan yang harus dilakukan adjust untuk kembali mempersiapkan pariwisata di waktu yang akan datang.

“Kita ingin mengedepankan komunikasi yang lebih taktis ke media dan publik agar nanti walaupun menteri dan wamen dalam aktivitasnya sehari-hari yang sedemikian padatnya tapi komunikasi tetep harus jalan,” jelas Prabu.

Prabu juga menceritakan bahwa saat ini dari Kemenparekraf sendiri sudah menyiapkan berbagai kebijakan untuk mempersiapkan pariwisata dengan kenormalan yang baru.

“Saya bertugas untuk bisa memberikan saran dan juga masukan tentang bagaimana kita mengomunikasikan kebijakan itu ke publik sekarang ini,” tuturnya.

“Jadi saya memberikan masukan bagaimana satu kebijakan bisa sampai kepada publik, audience yang tepat karena kan setiap kebijakan audience-nya berbeda-beda, bahasanya juga berbeda-beda. Apalagi dengan adanya audience digital yang sering kita bilang netizen jadi kita harus tahu cara kebijakan itu diinformasikan, dibahasakan ke berbagai elemen masyarakat,” tutup Prabu.
(FIR)