WISATA

Pengusaha Ini Membangun Pulau Hotel dari Sampah Plastik

Sandra Odilifia
Jumat 21 Mei 2021 / 08:12
Jakarta: Bagi banyak orang, kelebihan botol plastik yang mengapung di laguna akan berdampak negatif. Namun, bagi pengusaha Eric Becker, ini memicu ide untuk peluang bisnis.

Di antara tumpukan sampah, ia memiliki visi untuk membangun destinasi liburan dengan kolam renang, bar karaoke dan area relaksasi.

Mengutip tayangan Nas Daily, Eric membagikan pengalaman menakjubkannya, saat ia pertama kali membuat pulau hotel dari tumpukkan sampah ini.

Pada awalnya, Eric pindah ke Pantai Gading dengan rencana mendirikan bisnis katamaran (jenis kapal). Namun rupanya tak ada peluang di sana, dan yang ia temukan hanyalah kumpulan botol plastik yang mengapung di laut.

Hingga akhirnya dia melihat ribuan sampah memenuhi pesisir pantai di Pantai Gading. Dan saat itulah, dia menyadari semua plastik yang dibuang orang tidak pernah didaur ulang. Sampah itu hanya berakhir di pantai, meracuni air dan mengubah pesisir pantai yang indah menjadi pemandangan yang jelek.

"Hal ini telah terjadi selama bertahun-tahun. Tapi tidak ada yang tahu apa yang harus dilakukan dengan semua sampah tersebut," ujar Eric.

Saat itulah Eric menemukan sebuah ide fantastis. Ia berpikir untuk menggunakan semua sampah mengapung itu dan menggabungkan ribuan sampah menjadi satu untuk membangun hotel berbentuk pulau di tengah laut. Bukan pulau biasa tetapi sebuah pulau hotel.

Hasilnya, butuh enam tahun untuk membangun pulau hotel dari botol plastik, katanya. Dia berhasil mengumpulkan 800.000 botol plastik yang dikemas ke dalam kotak di tengah laguna Abidjan, dan hotel itu mulai dibuka pada tahun 2018.

"Pada awalnya, ketika orang-orang melihat apa yang kami lakukan dengan sampah-sampah ini di laguna, orang-orang bilang saya gila," kata Eric.

Namun rupanya, ide brilian yang hampir tak masuk akal ini bisa menjadi sangat menguntungkan. Ia mengklaim setiap minggu, ada lebih dari 100 pengunjung yang datang.

"Sampai hari ini bobot pulau mencapai lebih dari 200 ton dan telah menarik lebih dari 100 tamu setiap minggu," katanya.

Dengan 100 dolar per malam, kamu akan mendapatkan kamar yang berisi semua kebutuhanmu, termasuk Wifi dan AC. Jika kamu bosan dengan pemandangannya, kamu juga bisa meminta Eric untuk memindahkan pulau dan melihat pemandangan yang berbeda.

"Pulau ini bisa diderek, seluruhnya atau sebagian. Misalnya untuk sebuah acara," jelasnya.

Selain itu, proyek sampah yang besar di tengah laut ini juga ramah lingkungan. Hotel ini memiliki panel surya dan peralatan sendiri untuk mengubah limbah menjadi pupuk. Namun, air harus dipompa dari darat karena air di laguna terlalu tercemar..

Meski Eric telah sukses menjalankan bisnis pulau hotelnya, dia tidak berhenti sampai di sini. Erik berencana untuk mendapatkan lebih banyak plastik dan membangun lebih banyak pulau.

"Pada akhir pekan, kami pergi mengambil sampah di pantai. Kami bahkan melibatkan anak-anak untuk ikut berpartisipasi sehingga mereka bisa belajar untuk tidak membuang sampah di alam liar ketika mereka tumbuh dewasa," ucapnya.

"Saya ingin mengubah cara orang melihat sampah. Tidak ada yang sia-sia. Kita hanya perlu menemukan cara berbeda untuk menggunakannya."

Karya Eric menggarisbawahi pentingnya menemukan cara inovatif untuk menangani volume plastik di lingkungan. Proyek ini menunjukkan bagaimana plastik dapat digunakan kembali dan digunakan dengan cara yang inovatif.

“Ini adalah proyek yang indah dan saya pikir di masa depan akan ada beberapa pulau terapung seperti ini,” kata Eric. “Kita bisa memiliki pulau terapung di seluruh Pantai Gading dan itu akan bagus untuk kita.”
(YDH)