WISATA

Menparekraf Imbau Pemerintah Daerah Hadirkan Event Sebagai Daya Tarik Wisata

A. Firdaus
Rabu 25 Mei 2022 / 14:03
Jakarta: Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mendorong kepala daerah menghadirkan event-event yang unggul dan berkualitas. Hal itu berguna meningkatkan daya tarik wisata sekaligus sebagai upaya membangkitakan ekonomi dan membuka lapangan kerja di daerah masing-masing melalui sektor pariwisata.

Saat menghadiri acara: KolaborAksi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menparekraf mengatakan hal itu kepada para Kepala Daerah dari Provinsi Gorontalo, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Mandailing Natal, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Oku Selatan, Kabupaten Musi Rawas.

“Ini adalah upaya kita bersama untuk menjadikan event-event ini nantinya bisa menjadi daya tarik wisata, menjadi penggerak ekonomi daerah dan mampu membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sehingga, saya harap kepala daerah dapat menghadirkan event-event yang berkualitas,” ujar Menparekraf Sandiaga dalam acara yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona.

Seperti diketahui, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah meluncurkan program Kharisma Event Nusantara (KEN). Program ini merangkum berbagai event di Indonesia, mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat kelurahan/desa.

“Seperti di Nias Selatan yang sudah memiliki event besar WSL QS 5000 Nias Pro di Pantai Sorake. Kemudian Pesisir Selatan yang juga sudah memiliki WSL QS 5000 Krui Pro, di Gorontalo ada Festival Saronde yang menjadi destinasi unggulan. Ini yang perlu coba kita koordinasikan lintas K/L (Kementerian atau Lembaga),” kata Menparekraf Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga juga meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi agar ke depannya sektor ini dapat diarahkan dengan lebih berkualitas. Salah satunya dengan menawarkan keindahan alam dan budaya, selain destinasi buatan.  

“Kita harus recover together, recover stronger. Kan ada tatanan ekonomi baru. Ini yang saya bawa untuk di Kemenparekraf. Kami mulai dengan menata wisata minat khusus. Misalnya eco tourism, sport tourism. Hingga bagaimana digitalisasi meningkatkan penjualan produk ekraf,” katanya.
(FIR)