WISATA

Tes Adrenalinmu di Jembatan Tebing Ondo Langit

A. Firdaus
Selasa 06 Oktober 2020 / 18:15
Sepakung: Desa wisata di Kabupaten Semarang memiliki beragam obyek wisata. Salah satu yang sedang hits belakangan ini adalah Jembatan Tebing Ondo Langit.

Ondo langit yang berarti tangga menuju langit, merupakan destinasi wisata alam yang berada di tebing Gunung Telomoyo, Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Meski dalam realitanya, lebih menyerupai jembatan tebing.


Salah satu spot favorit berswafoto. (Foto: A. Firdaus)

Untuk sampai ke Desa Sepakung ini, kamu harus menempuh jarak 55,8 km dari Simpang Lima Semarang, atau jika menggunakan mobil sekira 1 jam 13 menit perjalanan.

Jembatan ini terinpsirasi dari wisata di luar negeri yang mulai mengembangkan wisata adrenalin. Untuk itu, pihak Desa Sepakung berusaha menghadirkannya di sini.


Kades Sepakung Ahmat Nuri. (Foto: A. Firdaus)

"Kami melihat di luar negeri yang begitu banyak wisata tebing, dan kamu juga punya tebing. Untuk itu kami mencoba cari potensi tebing, seharusnya digarap seperti apa, sehingga menjadi daya tarik sendiri," ujar Ahmat Nuri, selaku kepala desa Sepakung saat menerima kunjungan Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf), beberapa waktu lalu.

"Semula banyak orang yang manjat tebing. Akhirnya inovasi baru kita buat jembatan tebing.
Selain itu agar semua orang bisa mencari spot berfoto selfie di tebing," sambungnya.

Jembatan diperpanjang

Proses pembuatan jembatan tebing ini selama tiga bulan, dengan panjang jembatan 25 meter dan hanya menampung maksimal enam orang saja. Menyambut libur natal dan tahun baru nanti, jembatan tersebut akan diperpanjang menjadi total 50 meter.

Jembatan tebing Ondo Langit ini merupakan salah satu wahana di area wisata Gemuk Reco. Untuk bisa menaikinya, kamu cukup merogoh kocek Rp25 ribu saja.


Tim Forwaparekraf sedang mengambil pose untuk berfoto di Jembatan Tebing Ondo Langit. (Foto: A. Firdaus)

Saat memasuki area jembatan tebing, nanti ada petugas yang akan memberikan helm dan memasangkan hardness atau alat penopang tubuh. Selain itu tentunya ada carabiner atau cincin kait yang menghubungkan tali satu dengan yang lainnya.

"Nanti carabiner-nya dihubungkan ke tali tambang yang berada dekat tebing. Setiap ada sambungan, carabiner tersebut dilepas dan dipasang kembali ke tali, begitu seterusnya hingga ke posisi yang disesuaikan pengunjung. Setiap kali ingin berfoto atau pun diam mencari posisi, usahakan carabiner tersangkut ke tali tambang," jelas Rachim salah satu petugas yang memasang alat pengamanan ketika hendak melintasi jembatan tebing.

Saat melintas, bagi pengunjung yang takut ketinggian, mulanya mungkin akan deg-degan. Namun karena jembatan tersebut tak ada goyangan saat kita melintas, rasa nyaman pun hinggap dan justru ingin berlama-lama di jembatan tersebut untuk mencari spot foto terbaik.

Menghidupkan perekonomian desa sekitar

Selain Ondo Langit, ada juga Ayunan Langit (Rp10 ribu) dan Flying Fox (Rp15 ribu). Sedangkan untuk masuk ke area wisata Gemuk Reco, kamu hanya cukup mengeluarkan uang Rp10 ribu, plus mendapatkan password wifi gratis.


Tes juga adrenalinmu di Ayunan Langit ini. (Foto: A. Firdaus)

Yap, di area Gemuk Reco ini, kamu bisa dengan mudah dan cepat mengupload foto kamu ke media sosial, karena ada fasilitas wifinya lho. Menarik bukan, meski di area perbukitan, kamu enggak kesulitan cari-cari sinyal.

Wisata Gemuk Roco ini telah ada sejak 2019. Kehadiran destinasi wisata ini ternyata menghidupkan aktivitas kerja warga sekitar, tepatnya di Desa Sepakung. Salah satunya sewa ojek, lantaran trek menuju area wisata Gemuk Reco cukup terjal.

"Dampak terhadap masyarakat sekitar sangat bagus. Warga di sini dulunya kerja di luar desa. Mereka bekerja sebagai kuli bangunan," terang Nuri.

"Namun sekarang mereka bisa kerja tak jauh dari rumah. Mereka kerja di (Gemuk Reco) ada yang sebagai operator atau tugas lainnya di wisata ini. Selain itu juga, ibu-ibu yang dulunya tidak punya pekerjaan, sekarang bisa membuka warung dan lain-lain di area wisata," tutur Nuri.
(FIR)