WISATA

Glamour Camping Dekat ke Alam Bikin Nyaman di Hati

Yatin Suleha
Senin 15 Februari 2021 / 17:09
Jakarta: Berapa kali mata kamu terpana dengan keindahan alam dan ingin menikmatinya secara penuh? Ya, sebut saja saat melihat iklan di YouTube, saat browsing di Pinterest, atau saat sepintas lalu menengok feed Instagram aktor atau aktris favorit kamu tahu-tahu sedang selonjoran kaki dalam suasana glamping?

Aduh... memang bikin iri! Membayangkan sunyinya hari ditemani dengan suara angin, kicau burung, dan rintik hujan. Pagi yang ramah dengan keharuman alamnya cantik menyapa, seruput kopi manja menemani di samping meja. Sungguh indah...

Tapi sebelum membahas hal ini, kita kulik sedikit dulu soal glamping. Apa itu glamping? Jesper Bo Jensen, seorang futurist, ph.d. sekaligus CEO di Centre for Future Studies tahun 2018 pernah menulis bahwa tren berkemah dengan nuansa glamor atau kemewahan akan jadi tren di tahun-tahun ke depan. 

Lewat "Glamping - A Global Trend" dalam majalah Nordisk GO magazine ia menyebutkan bahwa saat ini customer lebih engage (punya keterikatan) dengan alam selain pola hidup yang lebih sehat dan maraknya produk-produk organik. 

Jensen mengungkapkan bahwa glamping menampung keinginan orang akan tempat yang aman jauh dari hiruk pikuk perkotaan tapi dekat dengan alam. Customer masih bisa menikmati kemewahan di waktu yang sama.

Sekarang jangan cuma berkhayal seperti itu lagi, soalnya keinginan kamu bisa kok terwujud. Dengan rasa camping atau berkemah tapi dengan nuansa glamor (modis) yang lumrah disebut dengan glamping ini.
 

Glamping dengan fasilitas modern


Sepertinya kecanggihan rumah-rumah yang sering kita lihat di televisi dan super design yang canggih kini bukan angan-angan lagi soalnya PT Bobobox Mitra Indonesia (Bobobox) telah resmi membuka lini bisnis terbarunya yakni Bobocabin untuk publik.

Pada Senin, 15 Februari 2021 PT Bobobox Mitra Indonesia (Bobobox) resmi membuka lini bisnis terbarunya yakni Bobocabin untuk publik. Bobocabin adalah produk akomodasi terbaru dari Bobobox dengan konsep elevated camping yang mengusung pengalaman baru berkemah dengan memadukan penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) dan keindahan alam sekitar.

ni adalah produk ketiga yang sudah diluncurkan oleh Bobobox sejak awal berdirinya di tahun 2017. Produk pertama dan sekaligus produk flagship Bobobox adalah hotel kapsul, kemudian disusul dengan produk akomodasi co-living (Boboliving) yang diluncurkan bulan Desember tahun lalu.

Rangkaian acara peluncuran awal (soft launch) dari produk Bobocabin dilakukan dengan membuka dua kabin di kawasan Wana Wisata Rancaupas, Bandung.


glamping
(Selain bisa menikmati di dalam kabin, kamu juga bisa mengeksplorasi atraksi lain di sekitarnya. Foto: Dok. PT Bobobox Mitra Indonesia/Bobobox)


Kabin-kabinnya dilengkapi dengan fasilitas yang modern dengan dukungan teknologi IoT (Internet of Things alias semuanya memanfaatkan dari konektivitas internet). Mengontrol fitur-fitur yang ada di dalamnya seperti smart glass window, lampu, pintu dan Bluetooth Audio Speaker bisa dikendalikan langsung dari ponsel kamu. Lengkap dengan fasilitas resepsionis 24 jam, barbeque dan api unggun. Super banget!

Selain itu Bobobox yang mengadopsi desain modular yang futuristik juga sudah menerapkan contactless experience dengan dukungan teknologi IoT untuk operasional produk hotel kapsul, dan ini juga yang akan diterapkan untuk operasional kabin, salah satunya dengan memanfaatkan fitur QR code untuk membuka pintu. 
 

Memerhatikan kebutuhan di masa pandemi


Melalui produk terbarunya, Bobobox berharap dapat menjalankan perannya sebagai sebuah perusahaan property-technology untuk ikut serta mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan new normal destination yang dapat tetap memberikan dampak bagi upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19 melalui sektor pariwisata.

Selain itu juga sekaligus memberikan alternatif liburan dengan cara baru bagi masyarakat luas disaat kekhawatiran akan penyebaran virus masih tinggi.

Setiap kabin Bobocabin dibangun dengan memperhatikan jarak yang cukup antar bangunan. Selain untuk mendukung privasi dan kenyamanan pengunjung, hal ini juga untuk memastikan protokol kesehatan dapat diimplementasikan dengan baik. 


glamping
(Glamping Bobocabin menggunakan teknologi yang terpasang dengan internet. Foto: Dok. PT Bobobox Mitra Indonesia/Bobobox)


Sesuai dengan arahan prokes, area umum seperti lobi dan toilet dibersihkan setiap jam, dengan penerapan 3M yang dilakukan dengan disiplin. Penyediaan hand sanitizer di tempat-tempat seperti lobi, toilet, dan kabin juga tidak lupa untuk diterapkan.

Bobocabin yang dirancang unik dan cantik ini memiliki kapasitas dua orang dewasa dan satu anak-anak dengan tetap memperhatikan kebutuhan untuk melakukan physical distancing. Dengan begitu, para pengunjung bisa tetap mendapatkan nuansa beristirahat dan berpetualang secara personal meskipun berada di lingkungan alam terbuka.

“Melalui inovasi terbaru kami dalam bentuk Bobocabin, kami ingin turut serta berkolaborasi dalam segala upaya lintas sektoral dalam memulihkan ekonomi, khususnya sektor pariwisata yang sangat terdampak oleh pandemi," ujar CEO dan Co-Founder Bobobox Indra Gunawan.

"Kami juga ingin tetap menjadi solusi beristirahat andalan bagi masyarakat dengan menawarkan sebuah cara baru untuk menikmati waktu luang, yaitu dengan menyatukan diri dengan alam namun tetap dengan cara yang aman dengan dukungan desain dan teknologi andalan,” paparnya lagi.

Ia juga menambahkan, keberadaan Bobocabin juga diharapkan dapat ikut serta dalam menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar dan juga ikut serta memajukan industri pariwisata dengan mengedepankan keberlanjutan baik dari segi sosial, ekonomi maupun lingkungan.

Untuk tahap awal, Bobocabin akan tersedia di dua kawasan di Bandung yaitu Rancaupas dan Cikole dengan memanfaatkan lahan milik Perhutani. Perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak telah dilakukan pada Desember tahun lalu. 

Nantinya, Bobocabin akan memanfaatkan lahan seluas masing-masing 1,26 Ha di Wana Wisata Ranca Upas, Bandung Selatan, dan 1 Ha di Green Grass Cikole, Bandung Utara, yang selama ini dikelola Perhutani. Bobobox akan melakukan utilisasi terhadap lahan di kedua kawasan tersebut dengan rincian 100 - 300 m2 untuk bangunan Bobocabin, 50 - 100 m2 untuk fasilitas toilet, dan 200 - 500 m2 untuk area fasilitas penunjang lainnya.

Selain bisa gabut di dalam kabinnya, kamu juga bisa mengeksplorasi atraksi lain lho yang terdapat di area sekitarnya. Bobocabin ditawarkan dengan rentang harga Rp450 ribu - Rp550 ribu per hari. Jadi, sudah siapkan waktu untuk bobo cantik dan tenggelam dalam nuansa alam yang hening?
(TIN)