WISATA

Cara Baru Menikmati Tempat-tempat Wisata melalui Virtual Heritage Tour

Raka Lestari
Jumat 09 Oktober 2020 / 18:32
Jakarta: Meskipun berada dalam situasi pandemi, dengan adanya kecanggihan teknologi, kita tetap bisa berwisata ke berbagai tempat yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah dengan mengikuti Virtual Heritage Tour.

Cara ini merupakan aktivitas wisata virtual yang melibatkan komunitas dan para pelaku wisata. Tentunya untuk mempromosikan potensi wisata dan ekonomi kreatif setempat.

“Pada situasi pandemi seperti sekarang tentunya melakukan perjalanan akan sangat terbatas, industri pariwiata juga mengalami hibernasi. Dan, kalau kita tidak melakukan sesuatu bisa mengancam industri pariwisata dalam jangka panjang,” ujar Julius Bramanto, CEO Traval.co, dalam acara Konferensi Pers Virtual Heritage bersama Traval.co, yang dilakukan secara virtual Jumat, 9 Oktober 2020.

Acara Virtual Heritage ini diharapkan dapat mengangkat local heroes di setiap daerah. Dengan tujuan agar bisa menjadi contoh dan inspirasi.

“Selain menonton, dalam Virtual Heritage ini juga kita bisa berbelanja langsung produk-produk untuk menggerakkan ekonomi lokal. Dan, acara Virtual Heritage ini berlangsung selama 26 September – 25 Oktober setiap jam 10 pagi melalui aplikasi Zoom. Jika ingin menonton melalui YouTube juga bisa streaming melalui channel Pesona Indonesia,” jelas Julius.

"Salah satu komunitas yang ikut dalam program Virtual Heritage adalah Lakoat Kujawas. Pada awalnya komunitas kami ini bekerja dalam bidang pengarsipan seni budaya dan sejarah, tetapi ternyata berpotensi juga di bidang ekonomi kreatif,” ujar Dicky Senda, salah satu perwakilan dari Lakoat Kujawas.

"Pada program Virtual Heritage ini, komunitas Lakoat Kujawas memperkenalkan kebudayaan dari daerah Mollo. Daerah Mollo ini cukup menarik, karena menjadi titik temu orang Tiongkok sejak lama ketika perdagangan cendana mulai ada di Timor sejak abad 12 – 13, jauh sebelum Eropa datang,” sambung Dicky.

Percampuran budaya dari Tiongkok, Eropa dan Portugis ini menjadi keunikan tersendiri di daerah Mollo. Itu terlihat dari keragaman bahan pangan dan keragaman budaya di Mollo.

"Bagaimana juga hal tersebut memberi pengaruh dari mulai kebiasaan sampai bahasa di daerah Mollo,” tutup Dicky.
(FIR)