WISATA

Menparekraf Sandiaga Takkan Biarkan Desa Wisata Kutuh 'Tertidur' Terlalu Lama

A. Firdaus
Jumat 12 Februari 2021 / 11:15
Bali: Sebelum pandemi covid-19, Desa Wisata Kutuh dengan Pantai Pandawa menjadi salah satu daya tarik utamanya. Desa Wisata itu biasa dikunjungi 3.000 wisatawan perhari.

Dari pariwisata, desa ini berhasil menghasilkan Rp50 miliar pertahun. Namun pandemi telah mengubahnya, pendapatan desa wisata tersebut menurun sampai 90 persen.

Pandemi menghantam keras Desa Wisata Kutuh yang telah berstatus mandiri. Bahkan menjadi percontohan nasional ini.

"Dampaknya, lebih dari 200 usaha kecil dan lebih dari 290 tenaga kerja serta 3.000 lebih warga di desa adat ini ekonominya sangat menurun," kata Menteri Pariwasata Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno saat melakukan peninjauan ke Desa Wisata Kutuh, di Kabupaten Badung, Kamis (11/2/2021) malam.

Menparekraf Sandiaga enggan melihat Desa Wisata Kutuh tertidur terlalu lama karena pandemi. Ia mengatakan pihaknya akan menyiapkan langkah-langkah strategis untuk membantu pemulihan desa wisata yang terdampak pandemi covid-19.

Dari hasil peninjauan dan diskusi bersama Bendesa Adat Kutuh I Nyoman Mesir, Menparekraf mengatakan pihaknya akan menyiapkan program dan langkah-langkah strategis yang cepat, tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu.

"Menurut Bendesa Adat, tingkat survival di sini hanya cukup sampai bulan Maret, jadi ini ada kedaruratan. Maka saya langsung membawa kembali proposal yang diajukan dari desa adat, dan akan berdiskusi dengan Wakil Bupati," kata Sandiaga.



"Harapannya kita bisa memberikan satu sentuhan yang tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu. Karena kita harus betul-betul selamatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Menparekraf Sandiaga.

Dari Kemenparekraf/Baparekraf sendiri, program yang bisa dijalankan. Antara lain stimulus, bantuan sosial, program BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman), dan lainnya.

"Program-program yang setidaknya bisa menggerakkan aktivitas di sini, dan ini harus kita eksekusi secara cepat," kata Sandiaga.
 

Bolabali


Desa Wisata Kutuh yang juga mempunyai lapangan bola dengan rumput terawat rapi. Program unggulannya "bolabali", kegiatan tahunan yang biasanya mendatangkan wisatawan mancanegara.

Tahun ini penyelenggaraannya akan dilaksanakan mulai Juli 2021. Diharapkan akan dikunjungi wisatawan domestik yang tentunya akan meramaikan tidak hanya di acara, tapi juga destinasi wisata seperti Pantai Pandawa. Diharapkan kegiatan ini akan menjadi ajang "sport tourism" yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.
(FIR)