WISATA

Virtual Tour, Terobosan Baru untuk Bangkitkan Pariwisata di Masa Pandemi

Sandra Odilifia
Selasa 27 Oktober 2020 / 12:54
Jakarta: Pariwisata menjadi salah satu sektor industri yang terdampak di tengah pandemi covid-19. Kondisi krisis ini mendorong pemerintah untuk melakukan inovasi agar pariwisata daerah tetap hidup, yaitu dengan cara virtual tour.

Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi mengatakan, pemerintah daerah memiliki peran penting untuk melaksanakan pariwisata yang aman dengan berinovasi, terutama pada daerah dengan status zona hijau.

“Peran pemda untuk menyediakan informasi kepada masyarakat sangat penting sekali, dan dengan adanya virtual tour, maka setelah pandemi covid-19 berakhir wisatawan akan dapat segera berkunjung ke daerah wisata,” ujar Dr. Bernadia.

Menurutnya, sejak dimulainya era adaptasi kebiasaan baru, pemerintah berupaya untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata dengan cara membuka obyek wisata secara bertahap.

Lebih lanjut, LOCALISE SDG’s merupakan sebuah program kolaboratif UCLG ASPAC - Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang didanai oleh Uni Eropa membantu pemerintah daerah Indonesia untuk meningkatkan kapasitas dalam upaya pemulihkan sektor pariwisata melalui berbagai kegiatan.

“Melalui berbagai kegiatan virtual event telah mengungkapkan praktik baik yang menarik dalam mempromosikan destinasi wisata di masa adaptasi kebiasaan baru ini, dengan tetap memastikan terlaksananya upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau TPB,” ujar Dr. Bernadia.

Disamping itu, Reza Permadi selaku COO dan Co-Founder Atourin mengatakan, inovasi virtual tourism sebagai salah satu solusi untuk membantu pemandu wisata yang tidak dapat bekerja selama pandemi covid-19. Virtual tour juga dapat memberikan informasi terkait lokasi wisata di daerah.


virtual tour
(Virtual tour salah satu inovasi agar pariwisata daerah tetap hidup. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


“Kami mulai mengajak mitra pemandu wisata di 34 provinsi dan melakukan pelatihan bagi para pemandu wisata secara gratis. Sudah 433 pemandu wisata yang mengikuti pelatihan ini,” ungkap Reza.

Namun, ini bukan termasuk substitusi kegiatan wisata fisik, melainkan sebagai wadah informasi yang tepat bagi wisatawan sebelum mengunjungi lokasi di kemudian hari.

“Untuk setiap kegiatan virtual tour, kami mendorong wisatawan untuk bisa langsung datang aktual ke sana dengan menghubungi pemandunya,” katanya.

Antusiasme tentang virtual tour juga dipaparkan oleh Wisata Kreatif Jakarta, sebuah tour operator berbasis komunitas, sebagai upaya untuk dapat bertahan di kondisi pandemi tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.

“Jika biasanya hanya terbatas di Jakarta dan sekitarnya, melalui vitual tour kami dapat membuat rute keliling Indonesia, bahkan ke luar negeri. Kami menjadi tidak terbatas sama sekali dengan dunia maya ini,” ujar Ira Lathief selaku Founder dari Wisata Kreatif Jakarta.

Ira juga mengatakan bahwa storytelling yang baik adalah aspek yang dapat dimanfaatkan para pemandu untuk menarik perhatian wisatawan,

“Budaya merupakan unsur penting yang dapat ditunjukkan dengan bantuan foto dan video. Banyak format wisata virtual yang dapat dilakukan oleh penyedia jasa pariwisata. Meskipun begitu, kami tetap melakukannya dengan memandu dari rumah atau off-site,” jelasnya.

Berikutnya, PT. KA Wisata, sebagai anak Perusahaan Kereta Api Indonesia (PT KA Indonesia), menyatakan bahwa mereka memandang pariwisata digital sebagai sarana untuk mempromosikan paket aset-aset wisata dengan menggabungkannya dengan metode marketing 5.0. Inovasi ini dilakukan akibat target dan pendapatan yang turun secara drastis selama pandemi covid-19.

“Kami meluncurkan virtual tour yang dimulai dari Lawang Sewu, dan Museum Kereta Api Ambawara yang berada di bawah naungan KAI.” ujar Otnial Eko P. selaku Manajer Tour and MICE PT Kereta Api Pariwisata.

Dengan teknis live streaming dan diskusi, peserta tour hadir secara real-time di lokasi dan studio KAP untuk menjawab pertanyaan, dan PT KA Wisata mengajak para pemandu wisata di Indonesia untuk bergabung.
(TIN)