FITNESS & HEALTH

Pandemi Covid-19 dan Transformasi Pelayanan Kesehatan

A. Firdaus
Rabu 02 Desember 2020 / 20:01
Jakarta: Tak dipungkiri lagi kalau pandemi covid-19 membuat peranan teknologi kian penting dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk di dunia kesehatan, di mana momen pandemi ini menghadirkan transformasi pelayanan kesehatan demi memutus penyebaran covid-19.

Transformasi pelayanan kesehatan seperti telemedisin semakin menjadi pilihan favorit bagi pasien yang ingin mengecek kondisi mereka, atau sekadar berobat dengan dokter, tanpa harus datang ke rumah sakit.

Selain itu, banyak orang di Indonesia membutuhkan pengasuh utama bagi anggota keluarganya yang mungkin sudah lanjut usia, atau menderita penyakit kronis. Dengan tidak adanya telemedisin, orang-orang tersebut terpaksa harus mengambil cuti sepanjang hari untuk mengunjungi rumah sakit.

Pada saat yang bersamaan, dokter dihadapkan pada kenyataan bahwa banyak orang tidak dapat menerima perawatan dini, atau tidak dapat menghadiri perawatan lanjutan. Sebab kendala waktu, tenaga, dan keuangan. Hal ini menjadikan banyak orang yang tidak mendapatkan pengobatan atau perawatan yang memadai.

Sebagai contoh, saat PSBB covid-19 terakhir di Jakarta berdampak buruk pada penyediaan layanan kesehatan. Sejumlah rumah sakit harus bersaing dengan opini masyarakat bahwa mengunjungi rumah sakit tidaklah aman, karena takut tertular virus korona. Untungnya, permasalahan tersebut dapat terjawab dengan sejarah dan teknologi.
 

Sejarah dan teknologi kesehatan


Pada 1930-an, panggilan dokter atau perawat ke rumah mewakili 40 persen dari semua perawatan pasien. Pada 1980-an, hanya 0,6 persen. Alasan penurunan drastis ini beragam, tetapi berpusat pada keyakinan bahwa perawatan medis harus dilakukan dengan ketentuan medis yang dipegang teguh oleh setiap perawat.

Namun, penelitian di University of California telah menunjukkan model perawatan yang lebih holistik. Perawat yang datang ke rumah memainkan peran penting dalam memberikan layanan keehatan, sehingga dapat menjadikan kualitas hidup yang lebih baik untuk pasien.

Sejumlah kalangan medis terkemuka semakin percaya terhadap nilai model telemedisin dan perawatan di rumah yang inovatif. Dr. Roy Panusunan, advisor Aido Health, mengatakan bahwa perawatan kesehatan berbasis telemedisin dan aplikasi sangat menjanjikan untuk mendukung masa depan pasien.

"Pasien kami pada akhirnya akan memperoleh manfaat dari berbagai pihak termasuk Rumah Sakit dan perusahaan teknologi kesehatan yang saling kolaborasi untuk menciptakan sistem perawatan kesehatan yang terintegrasi secara digital," ujar Dr. Roy.

Melalui kemitraannya dengan penyedia layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, seperti Siloam Hospitals, Bethsaida Hospital, RS Annisa, RSIA Buah Hati, RSU Fastabiq Sehat, PKU Muhammadiyah dan Medifit Active Rehabilitation Center, Aido Health menyatukan layanan medis yang sangat baik ke dalam satu aplikasi yang mudah digunakan. Dengan begitu, pasien bisa menggunakan akses telekonsultasi video dan layanan perawatan di rumah dengan dokter, perawat, dan fisioterapis terkemuka di Indonesia.


Aplikasi Aido Health. (Foto: Ist)

Presiden Joko Widodo bahkan telah menyatakan dukungannya terhadap industri teknologi kesehatan saat rapat kabinet yang diselenggarakan baru-baru ini. Dia menyatakan bahwa konsultasi medis melalui telemedisin harus ditingkatkan, sehingga kontak antara dokter dan pasien dapat dibatasi.

Optimis dengan dukungan pemerintah dan memperhatikan pentingnya menggabungkan solusi teknologi kesehatan ke dalam layanan fasilitas kesehatan, Jyoti Nagrani, VP Operasi dan Kemitraan aido health mengatakan Aido Health bertindak sebagai jembatan digital untuk mendorong perawatan medis holistik.

"Kami menghubungkan rumah sakit, klinik, dan praktisi medis terkemuka dengan rumah pasien dan keluarganya," jelas Jyoti.

The Gerontological Society of America telah menemukan bahwa telemedisin dan perawatan rumah dalam berbagai bentuk dapat meningkatkan perawatan orang tua, disabilitas, dan penyakit kronis. Khususnya karena hal ini berkaitan dengan manajemen diabetes yang lebih baik, perawatan pasien demensia yang lebih baik, perawatan luka yang lebih baik, dan kontrol tekanan darah yang lebih baik.

Sementara itu, lembaga penelitian Kaiser Permanente telah menemukan bahwa konsultasi berbasis video antara dokter dan pasien diterima dengan sangat baik oleh pasien. Sebab dapat menghemat biaya, mengurangi stres, dan meningkatkan kenyamanan.

Dengan memilih layanan telemedisin dan perawatan di rumah, pasien tidak perlu khawatir dan stres saat mengunjungi rumah sakit. Telekonsultasi video yang ditawarkan oleh dokter di aplikasi ini dapat memberikan layanan yang nyaman bagi pasien dari rumah mereka masing-masing dengan menyederhanakan komunikasi dokter-pasien.
(FIR)