FITNESS & HEALTH

Sariawan Bisa Sembuh dengan Tempelkan Buah yang Asam, Mitos atau Fakta?

Raka Lestari
Kamis 19 November 2020 / 14:52
Jakarta: Sariawan merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh banyak orang. Ada berbagai cara pengobatan untuk sariawan, mulai dari menggunakan obat kumur atau menggunakan bahan-bahan alami. Salah satunya adalah buah-buahan yang bersifat asam.

"Kalau ada yang bilang mengonsumsi buah atau jus yang asam itu bisa mempercepat penyembuhan sariawan, itu mitos. Bahkan terkadang kalau sariawan itu ditempelkan zat asam, yang ada malah sariawannya semakin melebar," ujar dr. Rusmawati, Sp.PM, dokter spesialis penyakit mulut dari RS Mitra Keluarga Bintaro.

Menurut dr. Rusmawati, dengan menempelkan buah atau sesuatu yang bersifat asam hanya akan menambah luka atau memperparah sariawan. Memang, buah yang memiliki rasa asam biasanya mengandung vitamin C. Akan tetapi vitamin C tidak dapat mencegah sariawan.

"Sebenarnya kalau dibilang vitamin C dapat mencegah sariawan, tidak juga. Akan tetapi mungkin bisa meringankan gejala pada sariawan ringan. Meskipun memang, hal tersebut masih diperlukan penelitian lebih lanjut," ujar dr. Rusmawati.

Sariawan yang tidak diobati, tentu dapat menyebabkan masalah yang lebih lanjut. Dan terkadang, sariawan juga masih sulit dibedakan dengan kanker mulut.

"Sariawan tidak termasuk penyakit mulut yang serius dan tidak berbahaya. Sehingga perawatannya kerap dianggap sebelah mata. Secara umum kita harus bisa membedakan sariawan biasa dengan kanker," ujar dr. Rusmawati.

"Bisa dilihat dari waktu penyembuhan sariawan, tingkat kesakitan, lokasi sariawan, meraba sekitar luka sariawan serta menilai perubahan warna ada bercak putih dan merah atau tidak di rongga mulut," ujar dr. Rusmawati.

Menurutnya, ada beberapa hal yang merupakan gejala kanker mulut. Seperti sariawan yang lebih dari satu bulan, rasa sakit di rongga mulut yang tidak sembuh, pembengkakan pada dagu akibat pembengkakan kelenjar submandibular, adanya rasa ganjal di tenggorokan yang tidak hilang, kesulitan mengunyah dan menelan, gigi goyang atau tanggal di sekitar tumor, benjolan pada leher, penurunan berat badan dan bau mulut.
(FIR)