FITNESS & HEALTH

Plus Minus 4 Posisi Tidur

Mia Vale
Senin 04 Oktober 2021 / 15:09
Jakarta: Dengan tidur, tubuh kita beristirahat dari aktivitas seharian. Dan posisi tidur yang tepat dapat menghilangkan stres pada tulang belakang.

Sementara posisi yang tidak sehat dapat meningkatkan rasa sakit atau kekakuan di punggung, lengan, atau bahu, semuanya berkontribusi pada kualitas tidur yang lebih rendah.

Seperti yang sudah dilansir dari laman Sleep Foundation, secara khusus, tidur menyamping atau telentang dianggap lebih bermanfaat daripada tidur tengkurap. 

Salah satu dari posisi tidur ini, lebih mudah untuk menjaga tulang belakang agar seimbang, yang mengurangi tekanan pada jaringan tulang belakang dan memungkinkan otot untuk rileks dan pulih. Lantas bagaimana dengan posisi tidur yang lain?
 

1. Tidur menyamping (miring)


Lebih dari 60 persen orang tidur dengan posisi menyamping. Utamanya bagi orang dewasa atau yang lebih tua. Posisi ini bisa menyelaraskan tulang belakang yang sehat. Pun merupakan posisi tidur yang paling kecil kemungkinan menyebabkan sakit punggung, terutama bila ditopang dengan bantal. 

Tidur miring juga bisa mengurangi mulas dan mendengkur. Sehingga ini menjadi posisi tidur yang lebih baik bagi penderita sleep apnea atau refluks asam. 

Namun, posisi tidur menyamping tidak disarankan untuk orang dengan nyeri bahu dan yang khawatir tentang kerutan. Karena wajah menempel pada bantal, meregangkan dan menekan kulit.


tidur
(Untuk posisi tidur telentang, kamu bisa menggunakan bantal busa memori atau bantal dengan divot untuk mencegah sakit leher. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 
 

2. Tidur telentang


Posisi tidur ini menjadi favorit kedua setelah posisi miring. Saat berbaring dengan posisi ini, akan mudah untuk menjaga tulang belakang sejajar dan mendistribusikan berat badan secara merata, mencegah sakit leher atau punggung. Dapat pula meredakan hidung tersumbat atau alergi, selama menopang tubuh dalam posisi tegak.
 
Untuk mencegah sakit leher, gunakan bantal yang menopang leher. Bantal busa memori atau bantal dengan divot untuk kepala adalah pilihan yang baik. Sebagai alternatif, bisa menggulung handuk di bawah leher dan menggunakan bantal yang lebih datar untuk kepala. 

Saat tidur telentang, usahakan agar kedua lengan ada di sisi kamu. Bila meletakkan di dahi, akan menyebabkan ketidakrataan pada tulang belakang. Sehingga bisa terjadi nyeri dahi atau leher. 

Untuk menghadapi alergi dan hidung tersumbat, gunakan bantal untuk menopang punggung bagian atas sehingga posisi kepala lebih tegak. Tidur terlentang adalah posisi tidur terburuk bagi penderita mendengkur karena membuat kamu rentan terhadap kolaps saluran napas.
 

3. Posisi tidur terbaik untuk kehamilan


Para ahli merekomendasikan agar ibu hamil tidur miring dengan lutut ditekuk. Posisi menyamping akan mengurangi tekanan perut yang membesar, memungkinkan jantung untuk memompa darah mengalir dengan mudah ke seluruh tubuh. 

Dan sisi kiri lebih dianjurkan karena mencegah tekanan pada hati dan memfasilitasi aliran darah yang sehat ke janin, rahim, ginjal, dan jantung. Tapi, bukan berarti tidak boleh mengubah posisi, ya.
 

4. Tidur tengkurap


Posisi ini paling jarang ditemui. Namun, posisi ini bisa membantu meredakan dengkuran. Tapi, tulang rusuk harus bekerja melawan gravitasi untuk bernapas dalam posisi ini. Dengan demikian tidur menjadi kurang nyenyak. 

Orang yang harus menghindari tidur tengkurap antara lain; wanita hamil, orang dengan sakit leher atau punggung. oarng-orang yang khawatir tentang kerutan.

Jika tidur tengkurap, cobalah melakukannya dengan bantal yang sangat tipis, atau tanpa bantal sama sekali. Tempatkan bantal tipis di bawah pinggul untuk lebih meratakan tulang belakang dan mengurangi tekanan.

Posisi tidur terbaik adalah posisi tidur mana pun yang memungkinkan kamu menikmati malam yang nyenyak tanpa gangguan dan bangun di pagi hari dengan perasaan segar, tanpa rasa sakit dan nyeri.
(TIN)