KULINER

Apakah Cokelat Bulukan Masih Bisa Dikonsumsi?

Sandra Odilifia
Senin 07 Desember 2020 / 17:23
Jakarta: Memerhatikan tanggal kedaluwarsa makanan adalah hal yang harus dilakukan pertama kali sebelum mengonsumsinya. Namun tampaknya hal tersebut tak berlaku untuk cokelat.

Biasanya setelah lama tersimpan, cokelat kerap dilapisi dengan warna keputihan atau yang biasa disebut bulukan. Namun ternyata, kondisi tersebut bukanlah bulukan dan bukan berarti sudah tidak boleh dikonsumsi.

"Cokelat yang biasanya disebut 'bulukan' itu bukanlah bulukan, melainkan karena cokelat telah lama tersimpan, dan kemudian ada fat-fatnya yang memaksa keluar sehingga berbentuk putih-putih," ujar Okky Dewanto, founder Dapur Cokelat di Pabrik Dapur Cokelat.

"Jadi kalau ada yang bilang 'ini cokelatnya expired!' itu enggak ada."

Oki mengatakan, untuk mengonsumsinya, kamu hanya cukup memanaskan cokelat sebentar atau bisa menggunakan hairdryer untuk menghilangkan lapisan putih-putihnya.


cokelat
(Okky Dewanto, founder Dapur Cokelat di Pabrik Dapur Cokelat. Foto: Dok. Medcom.id/gaya/Sandra Odilifia)


"Jadi, kalau kamu punya cokelat yang lupa dimakan, udah disimpan setahun atau dua tahun, apalagi disimpannya di kulkas, ada putih-putihnya enggak apa-apa makan aja," tegasnya.

Ia menambahkan, meski sudah melewati batas kedaluwarsa dan tidak ada campuran atau isiannya, cokelat akan tetap aman untuk dikonsumsi.

"Nah kecuali kalau ada isiannya, seperti kacangnya tengik, butternya tengik. Jika kandungannya cokelat murni itu relatif tidak ada expired."

Lebih lanjut, menurutnya, alasan mengapa setiap produk makanan khususnya produk olahan selalu memiliki batas tanggal kedaluwarsa karena itu merupakan prosedur yang harus diikuti.

"Kalau produsen selalu memberikan expired date itu karena memang ada ketentuan-ketentuan produksi yang harus diikuti." Namun ia mengatakan khusus Dapur Cokelat mereka tidak pernah menggunakan bahan-bahan yang expired.
(TIN)