KULINER

Selain Sehat, Makanan Fermentasi Juga Bisa Mengatasi Kecemasan

Raka Lestari
Jumat 15 April 2022 / 16:10
Jakarta: Kecemasan adalah kekhawatiran dan ketakutan yang intens, berlebihan, dan terus-menerus tentang situasi sehari-hari, dan dapat disebabkan oleh sejumlah faktor. Ada beberapa jenis kecemasan yang dapat dihadapi seseorang, salah satunya adalah kecemasan sosial.

Kecemasan sosial, atau fobia sosial, melibatkan tingkat kecemasan, ketakutan, dan penghindaran situasi sosial yang tinggi. Sebab perasaan malu dan kesadaran diri, serta kekhawatiran akan dihakimi atau dipandang negatif oleh orang lain.

Untungnya, ada metode untuk membantu menaklukkan rasa takut itu. Salah satunya adalah dengan makanan. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Psychiatric Research Journal, jenis makanan terbaik untuk membantu kecemasan sosial adalah makanan fermentasi.

Makanan fermentasi adalah makanan yang diproduksi melalui pertumbuhan mikroba terkontrol. Makanan fermentasi memberikan banyak manfaat kesehatan, termasuk menjaga kadar gula darah yang seimbang, kulit yang sehat, dan peningkatan suasana hati (mood).

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa hasil penelitian ini ditambah penelitian sebelumnya menganjurkan bahwa, makanan fermentasi yang mengandung probiotik mungkin memiliki efek perlindungan terhadap gejala kecemasan sosial bagi mereka yang memiliki risiko genetik lebih tinggi.

Meskipun masih diperlukan penelitian tambahan, hasil ini mengusulkan bahwa mengonsumsi makanan fermentasi yang mengandung probiotik dapat berfungsi sebagai intervensi berisiko rendah untuk mengurangi kecemasan sosial.

The Nutrients Journal mengatakan bahwa makanan dan minuman fermentasi tinggi yang mengandung probiotik alami atau aditif yang bisa dikonsumsi di antaranya adalah yogurt, kefir, acar, sauerkraut, kombucha, tempe, miso, kimchi, dan sourdough bread.

Olahraga adalah metode lain untuk dicoba jika kamu ingin mencoba metode lain untuk mengatasi kecemasan sosial yang dialami. Cleveland Clinic menyarankan beberapa teknik yang bisa dilakukan seperti berikut:

- Berlatih berbicara di depan umum.
- Mencoba terapi perilaku kognitif, yaitu terapi yang melibatkan membuat perubahan pada cara seseorang berpikir dan merasa tentang pada suatu situasi. Metode ini pada gilirannya, dapat membantu seseorang untuk mengubah perilakunya.
- Perlahan-lahan masuk ke situasi yang memicu kecemasan, seperti aktivitas kelompok kecil.
- Meminta bantuan.
- Tidak terlalu keras pada diri sendiri.
(FIR)