FITNESS & HEALTH

Waspada! Osteoporosis Bisa Menyerang Siapa Saja

Raka Lestari
Rabu 20 Oktober 2021 / 13:38
Jakarta: Setiap 20 Oktober, atau tepatnya hari ini, dunia memperingati Hari Osteoporosis. Bersamaan dengan itu, Penelitian International Osteoporosis Foundation menunjukkan, risiko perempuan untuk terkena Osteoporosis 4 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Menurut Infodatin Kementerian Kesehatan RI 2020, pada 2050 di seluruh dunia, diperkirakan 6,3 juta orang per tahun mengalami patah tulang pinggul, dan lebih dari setengahnya terjadi di Asia.

Di Asia Tenggara, osteoporosis memiliki dampak yang parah pada kualitas hidup dan kemandirian penderitanya, dan merupakan beban sosial dan ekonomi yang cukup besar bagi  individu, komunitas dan sistem kesehatan masyarakat.

Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik mengatakan, osteoporosis adalah penyakit di mana tulang kehilangan kepadatan dan akhirnya rapuh, sehingga tekanan ringan seperti membungkuk atau batuk pun dapat menyebabkan patah  tulang. 

"Fraktur terkait osteoporosis paling sering terjadi di pinggul, pergelangan tangan atau tulang belakang. Proses Osteoporosis berlangsung dalam jangka panjang, sehingga terkadang  penderitanya tidak menyadarinya sampai kerusakan benar-benar terjadi (tanpa gejala/silent disease)," tambah dr. Luciana.

Osteoporosis memang seringkali dikaitkan dengan orang-orang berusia lanjut, namun nyatanya bisa menyerang siapa saja, bahkan di usia muda dan produktif seperti usia 30.

"Beberapa gejala atau tanda yang terjadi merupakan fraktur akibat dari osteoporosis, seperti postur bungkuk, sakit  punggung, menurunnya tinggi badan, sering mengalami cedera atau keretakan tulang," jelas dr. Luciana.

Hal ini perlu menjadi perhatian, khususnya perempuan yang memasuki usia 30. Perempuan cenderung mengalami penurunan massa tulang mulai usia 30 tahun sampai periode menopause dan seterusnya.

"Jika mereka menikah, di usia 30-an, banyak dari mereka yang mungkin hamil atau menyusui, di mana mereka adalah salah satu kelompok risiko osteoporosis. Sayangnya, tidak banyak perempuan usia 30 yang sadar bahwa menjaga kesehatan tulang sangatlah penting,” tutup dr. Luciana.
(FIR)