FITNESS & HEALTH

6 Dampak Hipertensi pada Tubuh yang Sebaiknya Jangan Diremehkan

Raka Lestari
Selasa 15 Juni 2021 / 14:40
Jakarta: Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu kondisi kesehatan yang cukup banyak dialami oleh masyarakat. Kondisi ini biasanya disebabkan karena faktor gaya hidup terutama konsumsi makanan yang kurang sehat.

Tekanan darah ditentukan oleh jumlah darah yang dipompa jantung dan jumlah resistensi terhadap aliran darah di arteri. Semakin banyak darah yang dipompa jantung dan semakin sempit arteri, semakin tinggi tekanan darah,

Semakin tinggi tekanan darah dan semakin lama tidak terkontrol, semakin besar kerusakannya. Dikutip dari Mayo Clinic, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi seperti berikut ini:
 

1. Serangan jantung atau stroke


Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pengerasan dan penebalan pembuluh darah (aterosklerosis), yang dapat menyebabkan serangan jantung, stroke atau komplikasi lainnya.
 

2. Gagal jantung


Untuk memompa darah melawan tekanan yang lebih tinggi di pembuluh darah, jantung harus bekerja lebih keras. Hal ini menyebabkan dinding ruang pemompaan jantung menebal (hipertrofi ventrikel kiri).

Akhirnya, otot yang menebal mungkin mengalami kesulitan memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh, yang dapat menyebabkan gagal jantung.
 

3. Sindrom metabolik


Sindrom ini adalah sekelompok gangguan metabolisme yang terjadi di tubuh. Termasuk peningkatan ukuran pinggang, trigliserida tinggi, penurunan kolesterol high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol 'baik', tekanan darah tinggi dan kadar insulin tinggi.

Kondisi ini membuat seseorang lebih mungkin untuk mengembangkan diabetes, penyakit jantung, dan stroke.
 

4. Gangguan memori


Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol juga dapat memengaruhi kemampuanmu untuk berpikir, mengingat, dan belajar. Masalah dengan memori atau pemahaman konsep lebih sering terjadi pada orang dengan tekanan darah tinggi.
 

5. Demensia


Arteri yang menyempit atau tersumbat dapat membatasi aliran darah ke otak, yang menyebabkan jenis demensia tertentu (demensia vaskular). Stroke yang mengganggu aliran darah ke otak juga dapat menyebabkan demensia vaskular.
 

6. Aneurisma


Peningkatan tekanan darah dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih lemah dan lebih menonjol, yang pada akhirnya dapat membentuk terjadinya aneurisma. Jika aneurisma pecah, maka itu bisa menjadi kondisi yang mengancam jiwa.
(FIR)