FITNESS & HEALTH

Layanan Ini Bisa Deteksi Kelainan Genetik pada Bayi serta Mutasi Kanker

Yatin Suleha
Jumat 22 April 2022 / 16:23
Jakarta: Kanker menjadi momok bagi siapa pun yang mengalaminya. Dan data 2020 yang dipaparkan oleh The World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia menunjukkan sebesar 400.000 kasus baru dan 230.000 menyebabkan kematian akibat kanker. Dan kasus baru dan kematian akibat kanker di Indonesia naik hampir 10 persen. 

Kanker payudara dan kanker serviks adalah dua kanker yang paling berbahaya bagi wanita. Dua kanker tersebut sering disebut dengan “The Silent Killer”. Dan tingginya risiko kanker terkait erat dengan kurangnya pengetahuan dan kesadaran untuk pencegahan dan deteksi dini kanker. 

Dalam perkembangannya, terdapat layananan berteknologi canggih untuk skrining genom dengan metode Next Generation Sequencing (NGS) dan biomolekuler yang lengkap dan terjangkau bagi masyarakat, yaitu Helix Genomic yang telah diluncurkan akhir pekan lalu. 

Tepatnya, PT. Heksa Lingkar Diagnostiks atau dikenal dengan Helix Laboratorium & Klinik bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi asal Korea Selatan, GC Genome, meluncurkan Helix Genomic tersebut.

Helix Genomic menyediakan layanan skrining berbasis NGS bagi janin dan bayi baru lahir seperti Non-Invasive Prenatal Test (NIPT) untuk mendeteksi adanya sindrom Down / Edward / Patau pada janin.

Selain itu ada juga I-Screen Neonatal Test untuk deteksi dini disabilitas pada bayi baru lahir, hingga Prenatal Carrier Screening Test untuk mendeteksi risiko bawaan pada ibu.


Helix Genomic adalah
(Acara grand launching Helix Genomic dan Helix Dental beberapa waktu lalu. Foto: Dok. Istimewa)
 

Pemeriksaan genetik untuk ketahui risiko kanker


Direktur Helix Laboratorium Muhareva Raekiansyah, Ph.D menjelaskan, “Selain pemeriksaan kelainan janin, layanan Helix Genomic juga akan mencakup pemeriksaan genetik untuk mengetahui risiko kanker seperti kanker payudara, kanker ovarium dan beberapa jenis kanker lainnya.” Layanan ini juga menjawab keresahan para orang tua terutama terhadap kondisi kesehatan buah hatinya. 

Teknologi mutakhir perusahaan global dari negeri K-Popers ini mampu mendeteksi risiko penyakit dan kelainan genetik melalui metode Next Generation Sequencing (NGS) yang memungkinkan untuk melakukan skrining pada genom manusia. 

NGS memiliki keunggulan untuk melakukan sekuensing gen dengan sensitivitas dan keakuratan tinggi sehingga dapat dikembangkan untuk melakukan pemeriksaan terkait genom.

Hyerin Kim, Manager Overseas GC Genome Korea Selatan, menegaskan, “Kami yakin kompetensi dan profesionalitas Helix sebagai partner global untuk pelayanan kesehatan berteknologi canggih di Indonesia.” 

Hal ini menguatkan kredibilitas Helix yang dinahkodai duo alumni Fakultas Teknik UI dan Farmasi ITB, Hendry dan Rohni.

“Helix Genomic juga menjawab keresahan para orang tua dalam menjaga dan merawat kondisi kesehatan buah hati sejak dalam kandungan. Ketika terdeteksi kelainan janin, kita bisa mengambil keputusan tindakan medis yang cepat dan tepat tentunya,” tutur dr. Mariyam Jamilah selaku Manager Medis dan Produk Helix Laboratorium.

Selain skrining kanker, Helix Genomic juga menyediakan pemeriksaan pharmacogenetic yang bertujuan untuk memeriksakan gen individu yang berhubungan dengan metabolisme obat.  

Profil genetik individu ini akan menjadi panduan dokter dalam memberikan terapi obat yang presisi sehingga respons tubuh terhadap obat lebih efektif. 

“Bukan cuman soal medis, Anda pun bisa menelusuri asal-usul keturunan yang boleh jadi mengalir darah biru para sultan,” seloroh Rohni yang juga Dirut Helix. 

Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Helix, Hendry Ramdhan menuturkan kebahagiaanya. “Ini adalah berkah Ramadan, Helix mampu meluncurkan Helix Genomic yang berbarengan dengan Helix Dental.”

(TIN)