BEAUTY

Kulitmu Bergelambir? Ini Beberapa Cara Mengencangkannya

Raka Lestari
Sabtu 05 Maret 2022 / 11:22
Jakarta: Seiring dengan bertambahnya usia, kekencangan kulit juga akan semakin berkurang. Hal ini terjadi karena penipisan kadar kolagen, elastin, dan asam hialuronat kulit.

Menghentikan tanda-tanda penuaan dapat menjadi tantangan bagi sebagian besar orang, tetapi sisi baiknya adalah, hal tersebut bisa diperlambat dengan penerapan rutinitas perawatan kulit yang konsisten serta beberapa perubahan gaya hidup.

''Kulit kencang diasosiasikan dengan kulit yang tampak sehat. Kebanyakan orang mengasosiasikan menjaga penampilan yang sehat dan awet muda dengan kulit yang kencang," kata dokter kulit bersertifikat Carlos Charles, MD.

Untuk itu beberapa hal perlu kamu lakukan agar adalah:
 

Jangan melupakan SPF


Garis-garis halus, kerutan, dan hiperpigmentasi hanyalah beberapa masalah kulit yang disebabkan oleh paparan sinar matahari dan sinar UV. Shuting Hu, Ph.D., founcer Acaderma dan ahli kimia kosmetik mengatakan, kunci untuk menjaga kesehatan kulitmu adalah perlindungan dari sinar matahari.

Ketika kulit mulai kehilangan kekencangannya karena paparan sinar UV, produksi kolagen mulai berkurang. Jadi untuk menjaga kulit tetap kencang, memakai tabir surya setiap hari jadi sebuah keharusan.
 

Memilih skincare mengandung antioksidan


Antioksidan adalah bahan kuat yang bekerja untuk melindungi kulit dari radikal bebas. Radikal bebas menyebabkan banyak masalah bagi sel-sel kulit.

Hu menjelaskan bahwa antioksidan dapat meningkatkan retensi kelembapan, yang juga dapat membuat kulit tampak muda berseri selain kulit lebih kencang. Hu menambahkan bahwa antioksidan terbaik untuk menjaga kekencangan kulit adalah vitamin C, niacinamide, dan retinol.
 

Mendapatkan tidur yang cukup


Bukan rahasia lagi kalau kurang tidur dapat berdampak langsung pada kesehatan kulit. Tidur selalu penting, karena ini adalah saat perbaikan sel terjadi.

"Tidur malam yang baik juga memberi sel-sel kita waktu istirahat untuk memperbaiki diri,'' kata Anthony Rossi, MD, dokter kulit bersertifikat di Memorial Sloan Kettering, New York.
 

Mengelola stres


Meskipun stres merupakan reaksi terhadap tekanan kehidupan sehari-hari yang tak terhindarkan, stres dapat berdampak langsung pada kekencangan kulit. Stres menyebabkan peradangan dan menghentikan kemampuan tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri.

Hormon kortisol terutama bertanggung jawab atas kerusakan kolagen dan elastin di kulit. Menurut Rossi, stres mungkin bukan penyebab utama kulit kendur, tetapi bisa memperburuk masalah kulit.
(FIR)