FITNESS & HEALTH

Mengapa Yoga Baik untuk Penderita Radang Sendi?

Raka Lestari
Rabu 04 Agustus 2021 / 21:51
Jakarta: Penyakit radang sendi merupakan gangguan yang cukup sering dialami oleh masyarakat. Meskipun demikian, hal ini tidak boleh diabaikan karena bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Salah satu olahraga yang bisa dilakukan adalah yoga. Namun, mengapa olahraga yoga disebut-sebut sebagai olahraga yang terbaik untuk penderita radang sendi?

“Penyakit radang sendi atau penyakit sendi ini memang banyak sekali terjadi saat ini dan tidak hanya pada orang-orang yang lanjut usia. Dan secara data-data yang ada, memang seringnya radang sendi ini kebetulan terjadinya di lutut,” ujar dr. Angelica Anggunadi, SpKO - Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dalam Press Launch Anlene Actifit 3X & Anlene Gold 5X, pada Rabu, 3 Agustus 2021.

Menurut dr. Angel, radang sendi juga cukup sering terjadi di bahu meskipun memang yang paling sering terjadi adalah di area lutut. 

“Nah, itu yang bikin kenapa kemudian berkembangnya pemahaman bahwa yoga tuh cocok. Karena prinsip dasarnya, kita harus menghindari gerakan yang membuat rasa sakit itu bertambah," jelasnya.


yoga
(Yoga termasuk olahraga yang low-impact dengan gerakan yang cukup pelan dan ini menjadi lebih aman untuk dilakukan penderita radang sendi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


“Atau kalau boleh saya tekankan juga, kita harus menghindari gerakan yang terlalu banyak menggunakan bagian tubuh yang lagi sakit. Jadi kalau misalnya radang sendi sakitnya di lutut, kalau kita mau melakukan latihan atau olahraga harus yang banyak menggunakan bagian pinggang ke atas," papar dr. Angel.

"Pinggang ke bawah, terutama lutut itu harus banyak diistirahatkan dulu. Terutama kalau masih nyeri sekali atau misalnya masih bengkak, itu harus diistirahatkan,” kata dr. Angel.

Ia juga menambahkan butuh latihan khusus untuk bagian pinggang ke bawah.

“Sebenarnya istirahat total juga tidak boleh, terapi latihan itu penting sekali. Sehingga untuk bagian pinggang ke bawah sebenarnya perlu latihan yang sangat khusus. Sesuai dengan kondisinya saat itu,” saran dr. Angel.

“Yoga itu kalau kita tahu bahwa termasuk olahraga yang low-impact. Tidak ada loncat-loncat, tidak ada lari-lari. Semua gerakannya cukup pelan dilakukan, perlahan, lalu instruktur biasanya akan mengingatkan untuk melakukan sesuai kemampuan. Itu prinsip-prinsip yang akhirnya membuat dia menjadi lebih aman,” tutup dr. Angel.
(TIN)