FAMILY

Survei: Mayoritas Menghabiskan Waktu Berpuasa dengan Membaca Novel Islami

Raka Lestari
Sabtu 23 April 2022 / 12:15
Jakarta: Bulan Ramadan tahun ini tampaknya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana banyak aktivitas yang belum bisa dilakukan bersama dengan jumlah orang yang banyak. Kendati demikian, tahun ini ada beberapa perubahan seperti diperbolehkannya melaksanakan shalat tarawih di masjid dan melakukan mudik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dengan dibatasinya beberapa kegiatan, membuat orang-orang mencari bahkan menemukan hobi baru. Khususnya untuk mengisi waktu berpuasa tahun ini yang masih berada di masa pandemi.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menunggu berbuka puasa, meskipun hanya di rumah saja. Seperti berkebun, memasak, membaca buku, menonton film, ataupun bermain game.  

Menurut survei yang dilakukan oleh Jakpat bersama Cabaca, dari 236 reponden, 80,51% memilih membaca buku sebagai kegiatan untuk mengisi waktu berpuasa. Diikuti oleh kegiatan membuka media sosial, streaming film atau YouTube, menulis, hingga streaming musik.

Hasil survei yang dilakukan Jakpat bersama Cabaca pun menunjukkan, jika 69,49% responden menyukai membaca novel atau cerita islami selama bulan Ramadan. Sementara itu sebesar 30,51% yang tidak menyukai membaca novel atau cerita islami.

Seperti yang dikatakan oleh Fatimah Azzahrah, Co-Founder Cabaca, ada beberapa orang yang kebutuhan rohaninya tercukupi dengan mendengar ceramah pemuka agama.

"Yang mana biasanya kan disampaikan secara eksplist, hal ini boleh atau gak boleh dalam Islam. Tapi rupanya banyak juga yang lebih suka diceramahi lewat cerita. Jadi dia baca sendiri novel islami dan memetik hikmahnya sendiri,” ungkap Fatimah.

Lebih lanjut, para responden berpendapat alasan mereka tidak menyukai karena mulai dari belum menemukan cerita yang pas, lebih menikmati konten islami melalui video, lebih menyukai genre romance, hingga lebih menyukai genre lainnya.

Sedangkan, bagi yang menyukai novel atau cerita islami mengakui jika membaca novel atau cerita islami bukan hanya karena bulan Ramadan saja. Menurut responden novel genre islami bisa dinikmati kapan pun tidak terbatas waktu jika dikemas lebih menarik untuk dibaca.
(FIR)