FITNESS & HEALTH

BPOM Anggap Pentingnya Membaca Label Kemasan Produk Makanan dan Minuman

Raka Lestari
Kamis 23 Desember 2021 / 08:23
Jakarta: Setiap produk makanan atau minuman kemasan umumnya memiliki label yang berisi informasi nilai gizi dari produk tersebut. Membaca label kemasan dengan cermat membantumu untuk memahami kandungan gizi dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Hal ini pun termasuk salah satu dari sepuluh pedoman gizi seimbang yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Label kemasan pada pangan olahan merupakan media informasi yang memuat keterangan tentang pangan dan sudah seharusnya memberikan informasi yang benar dan jelas kepada masyarakat," ujar Dra. Indriemayatie Asri Gani, Apt, Koordinator Kelompok Substansi Pemberdayaan Masyarakat, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam sesi #TanyaAhlinya oleh Lemonilo.

Namun, ada kalanya label tersebut mencantumkan hal yang berlebihan atau menyamarkan sesuatu, sehingga memberikan makna yang tidak sesuai. Oleh karena itu, label pangan olahan yang diperdagangkan perlu diatur agar membuat keterangan yang benar dan tidak menyesatkan

Indriemayantie menambahkan, label pangan diatur dalam:

- Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2021 Tentang Perubahan atas Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 Tentang Label Bahan Pangan Olahan.

- Peraturan BPOM Nomor 16 Tahun 2020 Tentang Pencantuman Informasi Nilai Gizi untuk Pangan Olahan yang diproduksi oleh UMKM.

- Peraturan BPOM Nomor 22 Tahun 2019 Tentang Informasi Nilai Gizi pada Pangan Olahan.

Menurut Indriemayatie, dengan membaca label kemasan pada pangan olahan, maka konsumen bisa mendapat informasi yang jelas terkait produk. Yang kedua, label sebagai penentu keputusan bagi konsumen untuk membeli suatu produk.

"Setelah melihat label dengan informasi yang terkandung di dalamnya, konsumen akan dimudahkan dalam mengambil keputusan untuk membeli atau tidak, sesuai dengan kebutuhan,” tutur Indriemayatie.

Fungsi ketiga, sebagai edukasi pada konsumen. Dengan label, konsumen bisa mengetahui zat gizi apa saja yang terkandung di dalam produk tersebut.

"Terakhir, membaca label dengan tepat dan sesuai dapat berdampak pada penurunan prevalensi penyakit tidak menular seperti diabetes, kanker, hipertensi, dan lainnya, karena dalam label tersebut dicantumkan komposisi serta informasi nilai gizi sehingga konsumen bisa memilih produk yang sesuai kebutuhan gula, garam, dan lemak mereka," tutup Indrimayatie. 
(FIR)