FAMILY

Apa itu Self-Care?

Kumara Anggita
Senin 23 November 2020 / 11:32
Jakarta: Zaman sekarang, self-care atau merawat diri sendiri merupakan tindakan yang dianjurkan. Kamu tidak perlu merasa bersalah melakukan ini karena self-care dampaknya bukan hanya untuk dirimu sendiri namun juga orang lain.

Rininta Meyftanoria,M.Psi, Psikolog menjelaskan bahwa di Indonesia sendiri istilah self-care baru booming akhir-akhir ini. Dan, self-care juga masih populer terbatas di kalangan perempuan saja.

“Self-care mulai diperkenalkan beberapa influencer agar para perempuan, terutama yang sudah menjadi ibu tidak lupa untuk merawat diri sendiri. Sebagian besar perempuan yang sudah menjadi ibu biasanya karena sibuk mengurus rumah, anak dan suami. Sehingga ia lupa bahwa dirinya pun penting untuk merawat diri sendiri,” papar Rininta dalam Rompi di Aplikasi Orami Parenting dengan tema Pentingnya Self-Care terhadap Anak.

Rininta pun mengutip definisi self-care dari Helen L. Coons seorang Psikolog Kesehatan Klinis. Self-care adalah tindakan yang dilakukan untuk fisik, emosi, relasi, mungkin juga profesional, edukasi, dan untuk beberapa orang, kesejahteraan spiritual yang mencerminkan cara kita menjaga diri sendiri pada tingkat paling mendasar.

Rininta menekankan bahwa poin dari self-care adalah hidup yang seimbang. Ketidakseimbangan dapat mengarah ke permasalahan mental.

“Kata kunci dalam self-care ini adalah keseimbangan. Kita sebagai manusia membutuhkan keseimbangan dalam menjalani hidup. Sejak kecil, tanpa disadari kita diberitahu oleh orang-orang di sekitar kita untuk lebih mementingkan orang lain dahulu daripada peduli terhadap diri kita sendiri,” jelas Rininta.

“Sebagai contoh seorang ibu di rumah. Setiap hari, ia akan mementingkan untuk mengurus kebersihan rumah tangga, anak dan suami, sehingga ia terkadang kehilangan jati diri sebagai pribadi. Ia lupa untuk peduli terhadap diri sendiri untuk merawat diri, sehingga terkadang timbul perasaan tertekan dan mungkin bisa berkembang menjadi depresi akibat rutinitas yang dilakukan sehari-hari di rumah,” ujarnya.

Karena itu kamu jangan merasa bersalah saat menerapkan self-care ini. Self-care adalah kebutuhan, sesuatu yang didorong oleh tubuhmu sendiri agar semua seimbang. Terapkan ini sejak dini.

Self-care penting bagi seluruh anggota keluarga, termasuk anak dan hal ini perlu diajarkan sejak kecil. Apabila self-care tidak diajarkan dari kecil, saat kita dewasa yang kita tahu self-care adalah egois, mementingkan diri sendiri, terlalu mewah, dan dianggap bukan prioritas,” katanya.

“Biasanya kita cenderung mengesampingkan perasaan lelah, kewalahan, dan sakit. Self-care bukanlah selfish. Penting bagi kita merawat diri sendiri, sehingga kita tetap sehat secara fisik dan mental. Self-care dapat membantu kita mengatasi stres, kekhawatiran, dan membantu mengendalikan kemarahan. Apabila kita punya sehat fisik dan mental, maka kita punya energi untuk merawat orang lain,” tutupnya.
(FIR)