BEAUTY

Manfaat Klindamisin untuk Kulit Berjerawat

Sandra Odilifia
Jumat 20 November 2020 / 16:41
Jakarta: Jerawat bisa tumbuh karena sejumlah alasan. Mulai dari lonjakan hormon hingga reaksi terhadap produk riasan atau perawatan kulit tertentu.

Jerawat juga bisa disebabkan oleh bakteri, yang mungkin akan sedikit lebih sulit untuk diobati. Dalam kasus tersebut, biasanya dokter meresepkan obat yang disebut klindamisin.

Melansir Health Guide, klindamisin adalah antibiotik yang berbentuk pil dan topikal. Karena merupakan antibiotik, klindamisin juga dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit lainnya, seperti malaria.

“Klindamisin adalah antibiotik, yang menggunakan bentuk oral untuk mengobati berbagai infeksi bakteri dan dalam bentuk topikal untuk mengobati jerawat dan kondisi kulit lainnya,” ujar dokter kulit Julia Schwartz, MD.

"Perawatan topikal bekerja untuk membunuh bakteri yang terperangkap di dalam pori-pori serta mengurangi peradangan, yang merupakan penyebab jerawat," lanjutnya.

Klindamisin topikal berbentuk busa, gel, larutan (cair), losion, dan pledget (kapas) untuk dioleskan pada kulit. Klindamisin biasanya dijual dengan nama yang berbeda seperti Cleocin-T, ClindaMax, Clinda-Derm, Clindagel, ClindaReach, Clindets, Evoclin, dan Z-Clinz.
 

Seberapa aman dan efektif klindamisin?


Menurut Dr. Schwartz, klindamisin topikal sangat aman. Namun, Dr. Schwartz menyarankan untuk tidak menggunakannya sebagai pengobatan tunggal untuk jerawat. Sebab tingkat resistensi bakteri yang tinggi.

“Klindamisin lebih efektif dalam mengobati jerawat bila dikombinasikan dengan topikal lain, seperti benzoil peroksida atau retinoid, seperti tretinoin,” kata Dr. Schwartz.

Lebih lanjut, menurut Dr. Schwartz, hal itu karena klindamisin tidak dapat membantu mengobati jerawat yang disebabkan oleh minyak berlebih.
 

Apa saja efek samping klindamisin?


Klindamisin topikal dapat menyebabkan efek samping seperti kulit kering atau mengelupas, kulit gatal atau terbakar, kemerahan, kulit berminyak dan jerawat serta sakit kepala.

Ada pula beberapa efek samping yang lebih serius, seperti diare, tinja berair atau berdarah, dan keram perut. Sebaiknya hubungi dokter jika kamu memiliki masalah yang tidak biasa saat menggunakan obat ini.
(FIR)