KULINER

Mengenal Nasi Megono, Kuliner di Masa Perjuangan

Arthurio Oktavianus Arthadiputra
Minggu 08 November 2020 / 06:00
Yogyakarta: Bila berkunjung ke Yogyakarta, pasti kuliner yang diincar untuk dicicip oleh traveler adalah gudeg. Maklum, kuliner berbahan dasar nangka muda ini merupakan ikon kuliner Yogyakarta yang gaungnya sudah bergema di mana-mana.

Padahal, ada juga kuliner berbahan dasar sama yang rasanya gurih yakni megono. Tak sama halnya dengan gudeg yang mudah ditemukan di sepanjang ruas jalan, kuliner megono di Yogyakarta lebih sering ditemukan saat penduduk melakukan acara adat tertentu seperti wiwitan atau kenduri.

Kondisi berbeda bila berada di Kota Pekalongan. Megono menjadi kuliner khas yang banyak diburu pecinta kuliner.

Nangka muda yang dimasak dengan bumbu, kelapa parut, sedikit ikan teri dan kecombrang, bertransformasi menjadi sego megono yang gurih nan nikmat.


megono
(Megono merupakan kuliner gurih nan nikmat berbahan dasar buah nangka yang kaya akan nutrisi. Foto: Arthurio Oktavianus)
 

Kisah perjuangan


Nilai sejarah perjuangan dan budaya mengisi kisah kuliner megono. Berasal dari kata mego (awan) dan gegono (angkasa), kuliner megono dikisahkan muncul saat perang kemerdekaan, sajian yang diberikan penduduk desa untuk para tentara yang bergerilya. 

Kondisi perang yang menyebabkan sulitnya perekonomian rakyat, berdampak pada minimnya kebutuhan sandang dan pangan penduduk. Suatu ketika, rombongan gerilyawan memasuki satu perkampungan penduduk dalam kondisi kelelahan dan lapar.

Penduduk tak diam melihat kondisi gerilyawan. Saling membantu, dikumpulkan makanan dari rumah setiap warga untuk diberikan pada tentara. Namun, penduduk hanya mendapatkan kerak nasi tanpa adanya sayur.

Inisatif untuk mencari sayur pun muncul. Hingga diperoleh nangka muda yang banyak ditanam oleh warga di belakang dan pekarangan rumah. Nangka muda itu pun diolah warga dengan singkat hingga menjadi megono. 

Kisah lain dari kuliner megono berasal dari budaya Keraton Yogyakarta yang sangat kental di masa Kerajaan Mataram Kuno.


nasi megono
(Buah nangka muda yang dicacah untuk dicampurkan dengan bumbu dalam pembuatan megono. Foto: Arthurio Oktavianus)
 

Gizi dalam megono


Meski merupakan kuliner sederhana berbahan dasar buah nangka muda, jangan sepelekan kandungan gizi saat menyantap kuliner ini. 

Dalam jurnal Identifikasi Sifat Fisik Buah Nangka yang ditulis Widiarti, E, (2013), buah nangka merupakan sumber vitamin, mineral dan kalori yang diperlukan oleh tubuh.

Adapun komponen gizi dalam 100 gram buah nangka berdasarkan DIrektorat Gizi Departemen Kesehatan di antaranya: karbohidrat 11,3 gram, kalsium 45 miligram, protein 2 gram, lemak 0,4 gram, vitamin A, B dan C.

Mengonsumsi nangka muda juga dapat memperkuat imunitas tubuh, yang bersumber dari Vitamin C. Nangka menjadi sumber antioksidan yang baik guna mendukung fungsi sel darah putih (limfosit). 

Kalium yang dikandung nangka dapat mengontrol tekanan darah untuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Lignin, isoflavon dan saponin pada buah nangka dapat membantu tubuh melawan timbulnya sel kanker.

Wajar saja kalau megono menjadi incaran pecinta kuliner bila ditilik dari banyaknya manfaat yang didapat saat menyantap sepincuk kuliner gurih ini.
(TIN)