KULINER

Begini Cara Menghidangkan Nasi Goreng agar Tetap Bergizi saat Sahur

Sandra Odilifia
Jumat 30 April 2021 / 18:12
Jakarta: Apakah kamu sering mengonsumsi nasi goreng saat sahur? Ya, nasi goreng memang kerap menjadi menu andalan sahur, karena bahannya yang mudah dan cara membuatnya yang sangat praktis.

Namun, tahukah kamu bahwa nasi goreng tidak direkomendasikan untuk sahur oleh pakar kesehatan lho! Salah satu alasannya, karena nasi goreng dapat menyebabkan masalah pada pencernaan kamu.

Mulai dari cara memasaknya hingga kandungan pada nasi goreng, semua itu bukan pilihan yang baik untuk menu sahurmu. Seperti yang dikatakan oleh pakar diet dari Aster Hospitals UAE, Janani Satchithanantham.

Janani menyebut, makanan yang digoreng, terlalu pedas dan daging olahan pada nasi goreng membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Jenis makanan ini juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan.

Namun, jika tak ada pilihan lain dan kamu terpaksa untuk mengonsumsi nasi goreng saat sahur, seorang dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Cindiawaty J Pudjiati dapat memberimu solusi untuk meminimalisir efek buruknya.

"Ada triknya. Misalnya kita tidak mau lemak berlebihan, minyaknya sedikit saja. Nasi goreng itu bisa dikreasikan bagaimanapun juga disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Tetap bisa dalam bentuk nasi goreng, mau sahur mau buka (puasa)," ujar Cindiawaty saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan.

Menurut Cindi, untuk membuat makanan yang populer di kalangan masyarakat Indonesia itu, tak perlu memakai banyak minyak. Jadi, minyak bisa dikurangi jumlahnya.

Lebih lanjut, untuk membuat hidangan ini tak sekadar mengandung karbohidrat dan lemak, Cindi menyarankan untuk menambahkan sumber protein hewani nabati seperti daging ayam, telur, daging sapi, atau ikan. Mengenai porsi, sebaiknya sesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Selain itu, tambahkan sayuran seperti wortel, buncis agar nasi goreng lengkap gizinya. Tetapi saat tubuh sedang mengalami masalah mag dan GERD sebaiknya batasi makanan yang tinggi gas, seperti kol.

"Sekali masak praktis cepat dan komplit. Supaya lengkap ditambah sayur, lalu ditutup dengan buah. Menu nasi porsinya sesuai kebutuhan tubuh, kalau kamu gemuk lebih sedikit. Protein wajib, kadang pasien saja pagi-pagi harus makan dua porsi protein jadi 80-100 gram, pas buka 120 gram, tetapi bisa tetap turun (berat badannya)," kata Cindi.

Pada waktu sahur, bila ingin konsumsi buah yang lebih berair bisa memilih semangka atau melon. Lalu, minumlah minimal dua gelas air putih demi mencukupi kebutuhan hidrasi.
(FIR)