KULINER

Minyak Zaitun atau Minyak Sayur, Mana yang Lebih Menyehatkan?

Raka Lestari
Jumat 13 November 2020 / 15:10
Jakarta: Minyak sayur adalah jenis minyak yang mungkin paling sering ditemukan di dapur-dapur. Minyak ini sangat sering digunakan untuk menumis atau menggoreng sayuran, membuat saus, atau digunakan agar pasta tidak saling menempel.

Akan tetapi beberapa orang mengganti minyak sayur dengan minyak zaitun, karena dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat. Apakah hal tersebut benar?

Dilansir dari Healthline, minyak zaitun diekstrak dari buah zaitun yang diperas. Sedangkan minyak sayur berasal dari berbagai jenis sumber mulai dari kanola, biji bunga matahari, kedelai, jagung, dan lainnya. Dengan demikian, lebih banyak pemrosesan diperlukan untuk menghilangkan kotoran dan menciptakan campuran rasa netral.

Meskipun kedua jenis minyak ini mengandung asam lemak tak jenuh, minyak zaitun mengandung lebih banyak lemak tak jenuh tunggal, seperti asam oleat, asam linoleat, dan asam palmitat. Minyak sayur sebagian besar mengandung lemak tak jenuh ganda omega-6.

Lemak tak jenuh tunggal telah diketahui memiliki manfaat anti-inflamasi dan kesehatan jantung. Sedangkan lemak tak jenuh ganda omega-6 dapat menjadi pro-inflamasi dan membahayakan kesehatan jantung jika dimakan berlebihan.

Lalu manakah yang lebih sehat? Minyak zaitun, terutama yang jenis extra virgin olive oil adalah salah satu minyak goreng yang paling sedikit diproses. Ini berarti ia menyimpan paling banyak antioksidan, vitamin, dan mineral. Selain itu, senyawa antioksidan dan polifenol dalam minyak zaitun telah diteliti secara ekstensif untuk manfaat kesehatan jantungnya.

Sedangkan minyak sayur, membutuhkan banyak proses untuk menetralkan rasa dan mencampurkan beberapa jenis minyak nabati. Ini berarti minyak sayur memiliki manfaat nutrisi yang lebih sedikit, serta hanya mengandung kalori kosong.

Mengganti minyak sayur dengan minyak zaitun juga dapat bermanfaat bagi kesehatan otak. Satu studi menemukan bahwa mengganti minyak sayur dengan minyak zaitun extra virgin meningkatkan fungsi kognitif pada orang dewasa yang lebih tua.
(FIR)