KULINER

Nasi Shirataki dengan Lauk Khas Nasi Kapau, Sehat dan Lamak Bana!

Yatin Suleha
Selasa 26 Januari 2021 / 19:51
Jakarta: Saat pandemi covid-19 ada beberapa sektor yang tidak tumbang, salah satunya adalah kuliner. Ya, bisa dibilang ini merupakan kebutuhan dasar manusia, yaitu pangan.

Jadi wajar saja banyak orang berkreasi untuk memenuhi kebutuhan ini. Hal positif lainnya ini bisa jadi produk industri rumahan sampai menengah dan besar.

Untuk menunjang sisi sehat, tapi juga mengenyangkan banyak dari kita teringatnya ke arah makanan western yang berbau-bau yoghurt. Yoghurt memang baik untuk kesehatan, tapi apakah masakan khas Sumatra misalnya Kapau atau kalau orang sering menyebutnya makan Padang juga sehat.

Terdengar mustahil? Tidak juga karena terobosan ini dilakukan oleh Ivan Fadilla, pemilik Nasi Kapau Kedai Pak Ciman di Heritage Bintaro, Tangerang.

Milenial tampan yang baru berusia 21 tahun ini menelurkan ide untuk tetap makan enak tapi tetap sehat yaitu dengan menghadirkan lauk-lauk khas Padang atau khas Kapau tapi dengan nasi shirataki sebagai pengganti nasi putih biasa. 

Ia menggandeng Clinic Rayendra Dermathology & Aesthetic Center yang mengusung tema besar "Healthy Inside. Healthy Outside" agar kustomer mendapatkan juga penampilan sehat, menjaga kesehatan, dan kecantikan kulit wajah sekaligus tidak meninggalkan lauk khas Padang yang lezat.

Ia mengatakan alasannya, "Semasa pandemi ini banyak yang naik berat badannya, kita jadi concern orang bisa makan Padang tapi kalorinya lebih enggak berdosalah."


shirataki
(Ivan Fadilla, owner Nasi Kapau Kedai Pak Ciman. Foto: Dok. Medcom.id/gaya/Yatin Suleha)
 

Apa itu nasi shirataki?


Sebelum lanjut pada pembahasan enaknya nasi shirataki, ada baiknya kamu memahami dulu apa itu nasi asal negeri matahari terbit ini. Dilansir dari berbagai sumber, nasi shirataki terbuat dari akar konnyaku (konjac). 

Konjac sendiri mengandung glukomanan, yaitu serat alami yang larut di dalam air. Shirataki konon mengandung 0 kalori, 0 karbohidrat bersih, dan 3 gram serat per porsi. Nah, hal inilah yang menjadi keunggulan nasi asal Jepang tersebut.

Rasanya yang kenyal dengan tekstur yang bulat sedikit agak licin ketika digigit terasa berbeda saat pertama kali menikmatinya. Tapi ternyata cocok juga dipadukan dengan lauk-lauk khas Nasi Kapau Kedai Pak Ciman misalnya sayur ubi, dendeng batokok, dan gulai nangka khas Sumatra atau Padang.

Dr. dr. Raendi Rayendra, SpKK, M.Kes, FINSDV founder dari Clinic Rayendra Dermathology & Aesthetic Center mengatakan bahwa produksi glukosa bisa meningkatkan produksi minyak dalam tubuh. Jadi tentu saja menurut dokter yang ramah ini makanan dengan kandungan gula memicu produksi minyak.

"Keluhan di pandemi ini adalah jerawat nomor satu. Setelah diteliti permasalahannya adalah pola makan dan tidur. Kasus terbanyak lainnya lagi adalah alergi atau gatal," papar Dr. dr. Raendi. 

"Jadi kurangi glukosa. Jadi, terobosan nasi shirataki ini cukup membantu. Jadi orang boleh makan Padang tadinya misalkan 1.500 kalori atau 1000 sekali makan, itu akan ditekan dengan nasi shirataki berkurang 150-an kalori kan lumayan," papar Dr. Raendi.

Jadi, makan enak dan menggenyangkan tanpa rasa 'berdosa' karena kalorinya sudah terjawab. Tentunya ini sejalan dengan visi dari Nasi Kapau Kedai Pak Ciman yang "Lamak di awak, Katuju di urang" ("kita enak, orang lain juga suka") alias sama-sama enak. 
(TIN)