KULINER

3 Jenis Bumbu Satai Padang yang Berbeda di Tiap Wilayah

Yatin Suleha
Selasa 27 Juli 2021 / 07:00
Jakarta: Salah satu makanan Indonesia yang disukai banyak orang adalah satai. Satai atau yang sering disebut sate ini merupakan daging yang ditusuk pada tusukan yang terbuat dari bambu lalu dimatangkan dengan cara dibakar.

Di Indonesia sendiri satai memiliki banyak varian yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Variasi satai ini perbedaannya bisa dari daging yang digunakan, bumbu marinasi hingga bumbu siramannya.

Namun, dari sekian banyak jenis satai yang ada, ada dua jenis satai yang paling akrab di lidah orang Indonesia, yakni sate Madura dan sate Padang.

Dua satai ini memiliki cita rasa yang 180 derajat berbeda. Sate Madura adalah satai ayam yang disiram dengan bumbu kacang dan kecap manis.

Sedangkan sate Padang adalah satai yang terbuat dari daging atau jeroan sapi yang disiram dengan bumbu pedas.

Bagi yang suka dengan cita rasa pedas dan berempah, pasti suka banget dengan sate Padang. Ternyata, satai yang berasal dari Sumatra Barat ini juga memiliki jenis bumbu yang digunakan, lho.

Perbedaan bumbu yang digunakan pada satai Padang ini dipengaruhi dari daerah asal satai Padang ini berasal. Mulai dari bahan-bahan yang digunakan, warna, hingga rasanya berbeda satu dengan yang lainnya.

Penasaran seperti apa, sih, jenis bumbu satai Padang di tiap wilayahnya? Yuk, ENDEUSiast simak selengkapnya dari Endeus TV berikut ini.
 

1. Sate Danguang-Danguang


Jenis satai Padang pertama adalah satai danguang-danguang. Nama satai ini berasal dari daerah asalnya, yakni dari Nagari Danguang-danguang di Kabupaten 50 Kota, Sumatra Barat.

Kalau biasanya satai Padang yang sering digunakan berbumbu coklat kekuningan dan ditaburi dengan bawang goreng.

Satai danguang-danguang ini bumbunya berwarna kuning dengan unsur merah, tapi yang membuatnya berbeda adalah dilengkapi parutan kelapa.

Rasanya satai Padang jenis ini menjadi sangat gurih, pedas, dan berbumbu. Keistimewaan satai Padang ini juga tak hanya dari bumbu yang digunakan saja, tapi dari potongan dagingnya.

Potongan dagingnya besar-besar, tidak pipih seperti satai Padang pada umumnya. Jika satai Padang kadang menggunakan jeroan sapi, satai Padang ini hanya mengguankan daging saja.

Di daerahnya, penyajian Satai Padang ini justru dipisah dari kuahnya. Satai yang sedikit dibakar ditaburi dengan parutan kelapa yang dimasak dengan bumbu kuning sehingga gurih.

Biasanya bumbu satainya disajikan dengan ketupat. Saking enaknya, satu tusuk tak akan cukup deh.


sate
(Satai atau sate Padang memakai bahan daging sapi, lidah, atau jerohan dengan bumbu kuah kacang kental ditambah cabai yang banyak sehingga rasanya pedas. Dijamin gurih dan bisa menambah selera makan kamu lho! Foto: Dok. Instagram Hastuti Hasan/@hastuti53)
 

2. Sate Padang Pariaman


Selain bumbu satai Padang yang berwarna coklat kekuningan, pasti kita sering mendapatkan bumbu satai Padang dengan warna kemerahan.

Satai Padang yang berbumbu kemerahan ini disebut satai Padang Pariaman. Seperti namanya, satai Padang ini berasal dari Padang Pariaman.

Karena banyak peziarah yang mengaji di kabupaten ini, kuliner ini makin tersebar ke seluruh daerah Padang dan sekitarnya. Tak main-main, bumbu satai Padang Pariaman ini menggunakan banyak sekali bumbu dan rempahnya.

Bahan-bahannya adalah cabai, bawang merah, bawang putih, ketumbar, jintan, kunyit, merica, gula, daun jeruk, daun kunyit, lengkuas, dan jahe. Warna bumbu satai Padang Pariaman ini cenderung merah karena menggunakan cabai merah besar.

Karena menggunakan banyak bumbu dan rempah dibandingkan bumbu satai Padang lainnya, rasa bumbu satai Padang Pariaman ini jadi lebih pedas baik di lidah dan di tenggorokan.

Bumbu ini dimasak bersama daging dan jeroan sapi seperti lidah, usus hingga babat. Kemudian sisa bumbu rebusan ini direbus lagi dengan menggunakan tepung beras hingga mengental.

Dagingnya lalu dibakar cukup sampai panas dan sedikit terbakar saja lalu sajikan dengan siraman bumbunya.
 

3. Sate Padang Darek


Jika satai Padang Pariaman berasal dari Padang Pariaman, satai darek ini berasal dari daerah Padang Panjang.

Satai Padang satu ini memiliki bumbu berwarna kuning cerah. Warna kuning ini berasal dari penggunaan kunyit yang cukup banyak di dalamnya. Bumbu satai Padang darek ini juga kental dengan rasa sedikit pedas dan gurih.

Sama seperti satai Padang Pariaman, satai ini menggunakan bagian daging dan jeroan yang direbus bersama bumbunya.

Semuanya direbus sehingga empuk dan meresap bumbunya, kemudian kita bakar hingga sedikit kering dan satainya beraroma smokey. Sajikan dengan taburan bawang goreng dan potongan ketupat, satai Padang darek siap disantap.

Itu dia aneka bumbu satai Padang yang ternyata memiliki perbedaan dari setiap daerahnya. Sekarang, tergantung selera kamu ya.

Jika suka pedas dan berempah, bisa banget menikmati satai Padang Pariangan. Tak kuat pedas, bisa coba satai Padang darek. Buat yang suka satai Padang yang gurih, satai danguang-danguang boleh dipilih. Nah, kira-kira yang mana nih yang kamu paling suka? 



(TIN)