KULINER

5 Cara Higienis Cairkan Makanan Beku Sebelum Diolah

Yatin Suleha
Jumat 09 April 2021 / 07:00
Jakarta: Membekukan makanan adalah salah satu cara untuk menyimpan makanan (baik mentah dan matang) agar lebih tahan lama. Namun, banyak orang yang melakukan kesalahan ketika thawing atau mencairkan makanan beku. 

Bila tidak dilakukan dengan benar, mencairkan makanan beku bisa menyebabkan bakteri tumbuh lebih banyak dan membuat makanan terkontaminasi.

Berikut ini Endeus akan memberi tahu ENDEUSiast tips beberapa cara mencairkan makanan beku yang benar. Berikut langkah-langkahnya:
 

1. Letakkan di chiller


Mencairkan makanan terutama daging yang beku memang membutuhkan waktu yang lama bahkan hingga semalaman. Padahal makanan yang sudah dibekukan tidak boleh dibiarkan dalam suhu ruang lebih dari dua jam. Lalu bagaimana cara yang benar?

Cara mencairkan yang benar adalah dengan menurunkan makanan beku dari freezer ke dalam chiller. Hampir semua jenis makanan mentah dan matang bisa dicairkan dengan cara ini. 

Terutama daging, karena ia tidak pernah berada dalam zona bahaya suhu di mana bakteri tumbuh dengan cepat. Daging juga memiliki lebih banyak waktu untuk menyerap kembali kristal es yang terbentuk di antara serat. Sehingga, teksturnya akan lebih baik saat dimasak.

Namun perlu diingat bila semakin keras dan besar ukuran makanan, maka proses thawing juga akan semakin lama. Batas maksimal thawing di dalam chiller adalah 2x24 jam, selebihnya makanan sudah tidak layak konsumsi. 

Mencairkan makanan dengan cara ini bisa mencegah kontaminasi bakteri pada makanan. Sehingga cara ini adalah cara yang paling aman untuk mencairkan makanan beku.
 

2. Rendam dalam air mengalir


Cara yang mencairkan makanan beku yang kedua adalah dengan merendam dalam air yang mengalir. Cara ini cocok digunakan untuk makanan berkuah seperti sup, saus, dan juga daging yang sudah dipotong kecil-kecil. 

Pastikan bila makanan tersebut sudah diletakkan dalam kemasan yang rapat seperti plastik untuk menghindari kontaminasi bakteri.

Mencairkan makanan menggunakan air mengalir lebih baik karena lebih higienis dibanding dengan merendam makanan beku pada wadah. Dengan metode ini, batas maksimal makanan bertahan hanyalah empat jam saja.
 

3. Merendam makanan di air dingin


Metode ini cocok untuk mencairkan frozen food kemasan seperti nugget atau sosis yang memang dirancang lebih higienis daripada bahan segar, karena memang mengandung bahan aditif. 

Tidak perlu air hangat, melainkan dengan air dingin untuk mencairkan makanan beku. Cara ini juga jauh lebih cepat harus membiarkannya berlama-lama berada di dalam lemari pendingin.

Caranya, siapkan satu wadah berisi air dingin. Masukkan frozen food yang terbungkus ke dalamnya dan rendam hingga kristal es perlahan mencair. 

Ganti air setiap 30 menit untuk memastikan air tetap dingin. Cairkan dalam waktu sekitar 30-60 menit. Setelah mencair sepenuhnya, siap untuk segera memasaknya. Jangan biarkan makanan terlalu lama berada di dalam suhu ruang agar tetap higienis, ya!
 

4. Cairkan pada suhu ruang


Cara mencairkan makanan yang paling umum adalah dengan meletakkan makanan pada suhu ruang. Mencairkan makanan dengan cara ini hanya boleh dilakukan bila makanan dalam keadaan terbungkus rapat. Jangan menggunakan metode ini untuk mencairkan daging, ikan, dan sayuran karena bisa memicu pertumbuhan bakteri.

Batas maksimal thawing pada suhu ruang hanyalah 30 sampai 60 menit saja. Metode ini bisa digunakan untuk mencairkan makanan ringan seperti kue, donat, roti, dan lainnya.
 

5. Dicairkan dengan microwave


Bila sedang terburu-buru dan tidak ada waktu menunggu semalam, kamu bisa mencairkan makanan dengan menggunakan microwave. Cara ini memang bisa mencairkan makanan dengan cepat namun biasanya tidak merata. 

Selain itu, makanan yang bisa dicairkan dalam microwave juga terbatas mengingat ukurannya yang kecil. Kamu bisa menggunakan microwave untuk mencairkan makanan jenis ready to eat meal, sosis, dan frozen meal lain.

Hal yang perlu diingat adalah, makanan beku yang telah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali di freezer. Tujuannya adalah untuk menghindarkan kontaminasi silang pada makanan. Oleh karena itu, ambillah frozen food pada porsi tepat untuk diolah. Sisanya, tetap simpan di freezer ya.

Dalam menyimpan makanan beku, ingat juga untuk memastikan suhu freezer di titik -18 derajat Celsius atau lebih rendah. 

Ini karena di suhu tersebut, pertumbuhan bakteri pada makanan akan berhenti. Namun ketika telah mencair, bakteri itu akan hidup kembali dan bahkan bisa berkembang. Itulah sebabnya makanan beku yang telah dicairkan wajib untuk diolah sampai habis. Selamat mencoba ya!




(TIN)