KULINER

William Wongso Bagi Tips Bawa Buah Tangan Masakan Nusantara ke Luar Negeri

Yatin Suleha
Kamis 08 April 2021 / 10:25
Jakarta: Beberapa teman pernah bercerita tentang jalan-jalan ke luar negeri. Banyak dari mereka tak lupa membawa makanan khas negeri sendiri. Ini karena selain lidah kita terbiasa merasakan masakan Indonesia juga terkadang masakan di luar negeri sering juga tak cocok, walaupun ada pula yang mengenyangkan.

Ima (karyawan swasta) pernah berbagi cerita saat ia dan suami bertandang ke negeri Matahari Terbit alias Jepang. Karena ingin menghabiskan waktu berhoneymoon lama, tak ada salahnya membawa rendang kering. Katanya takut rindu masakan Indonesia dan susah menemukannya. "Lagian bisa tambah irit juga," serunya.

Derita bagi mereka newlyweds yang belum 'fasih' memasak biasanya susah membuat masakan apalagi setingkat rendang. "Iya bawa makanan rendang. Enggak bisa masaknya, susah. Waktu itu kita jadi beli atau pesen ke teman," tambah Ima. 

Dilema lainnya adalah apalagi untuk dibawa sampai ke luar negeri. Belum lagi ada regulasi soal berbagai makanan misalnya tidak boleh liquid atau berkuah. Sepertinya perlu skill tingkat lanjut agar makanan tetap enak, higienis, dan bisa masuk tas atau koper dengan aman di negara tujuan.

Saat ini tak perlu pusing lagi karena salah satu solusinya terdapat pakar kuliner Indonesia William Wongso yang mencetuskan lauk siap makan Pawon Om Will (POW). Lauk siap makan yang lezat dan praktis. Ia berharap semakin banyak orang yang lebih mengenal dan mencintai makanan Indonesia.

Di sisi lain, William Wongso sekaligus ingin memperkenalkan dan melestarikan masakan khas Nusantara di kancah Internasional, dan mengubah persepsi yang sudah ada di masyarakat bahwa makanan Indonesia repot dan tidak sehat.

Ia menyadari membawa buah tangan untuk rekan atau sanak saudara yang sedang berada di luar negeri ternyata perlu perhatian khusus. Ia bilang tidak semua negara bisa dengan mudah menerima, misalnya Australia itu cukup ketat. 



(Pawon Om Will ikut meramaikan event food testing di Afrika Selatan baru-baru ini. Video: Dok. Instagram Pawon Om Will/@pawonomwill)


“Apalagi jika ada yang mengandung protein. Tapi jika sesuatu yang dimasak dan sudah dalam kemasan jadi lebih mudah untuk dibawa. Jadi untuk bumbu-bumbu, saya selalu bawa dari Indonesia untuk acara-acara gastronomy diplomacy," kata William Wongso saat peluncuran secara daring Pawon Om Will, Kamis, 8 April 2021.

Kemudian untuk yang pergi lama meninggalkan Indonesia, William Wongso menyarankan untuk membawa masakan Indonesia kemasan. 

"Salah satunya ya membawa Pawon Om Will, juga bisa bawa sambal-sambal botolan yang tahan lama, tapi tergantung regulasinya negaranya. Masing-masing negara punya peraturan terkait makanan yang layak dikonsumsi," tutup dia.

Saat ini ia terus mengembangkan resep-resep dengan bahan serta cara pengolahan yang halal dan alami, termasuk pengganti santan FiberCreme, yang tinggi serat, rendah gula, dan mengandung nol miligram kolesterol.

POW sendiri diproses dalam pengemasan secara retort (sterilisasi produk dengan pemanasan) berfungsi untuk membunuh bakteri sehingga produk POW bisa bertahan di suhu ruang hingga satu tahun meski tanpa bahan pengawet. Meski demikian, rasa autentik dan kandungan gizinya tetap terjaga.

Proses ini juga memungkinkan POW bisa dikonsumsi langsung tanpa harus dimasak. Jadi POW bisa dengan mudah dibawa kemana pun sebagai oleh-oleh khas Indonesia, serta bisa dikonsumsi kapan pun dan di manapun tanpa perlu repot.

Wiliam Wongso menambahkan, selama ini dirinya mengembangkan resep dengan cara memilih secara cermat bahan terbaik dan sehat. 

“Dan itu saya praktikkan untuk membuat lauk siap makan POW sehingga bisa dibawa ke mana-mana, disimpan dalam waktu lama, dan dinikmati sewaktu-waktu,” sambungnya. 

POW yang hadir dalam tiga varian Ayam bumbu bali, Opor ayam, dan Rendang ayam ini dikemas dalam kemasan praktis 100 gram. Ke depan sedang dalam riset untuk mengembangkan produk sambal dan bumbu pasta. 

Lauk siap makan POW sudah mulai dipasarkan secara daring melalui e-commerce dan order web, dan segera masuk ke modern market.

(TIN)