KULINER

Beras Basmati Putih atau Cokelat, Mana yang Lebih Sehat?

Adri Prima
Sabtu 24 Juli 2021 / 19:54
Jakarta: Beras basmati adalah beras yang sering digunakan untuk membuat nasi briyani. Dibandingkan dengan beras pada umumnya, beras basmati memiliki bentuk yang lebih panjang.

Beras jenis ini sangat populer di negara India dan Asia Tenggara. Pada dasarnya beras basmati terbagi dalam dua jenis, ada yang warna putih dan cokelat. Lalu yang mana yang lebih baik untuk kesehatan?

Jika dibandingkan dengan beras basmati putih, para peneliti sepakat kalau beras basmati cokelat memiliki lebih banyak kalori, karbohidrat, dan serat. Selain itu, kandungan magnesium, vitamin E, zinc, kalium dan fosfor beras basmati cokelat juga lebih banyak dibandingkan beras basmati putih.

Kandungan nutrisi yang lebih kaya itu menjadi alasan khasiat beras basmati cokelat lebih baik dibandingkan beras basmati putih.

Meski begitu, secara umum beras basmati dipercaya memiliki manfaat untuk kesehatan. Berikut ini keunggulan beras basmati dan manfaatnya untuk kesehatan:

Rendah arsenik


Dibandingkan beras lainnya, beras basmati sangat rendah arsenik, terutama beras basmati putih. Arsenik adalah komponen yang bisa membahayakan kesehatan dan meningkatkan risiko penyakit diabetes, penyakit jantung, hingga kanker.

Beberapa riset membuktikan, beras basmati dari California, Amerika Serikat, India, dan Pakistan memiliki kadar arsenik paling rendah. Berbeda dari beras basmati putih, beras basmati cokelat ternyata memiliki kadar arsenik yang lebih tinggi.

Kaya nutrisi


Dalam proses pembuatannya, kebanyakan produk beras basmati putih telah diperkaya berbagai macam nutrisi, mulai dari vitamin hingga zat mineral.

Biasanya, nutrisi yang ditambahkan berupa zat besi, asam folat, tiamin, maupun niacin. Dengan mengonsumsinya, kebutuhan harian Anda terhadap nutrisi ini bisa terpenuhi.

Gandum utuh


Beberapa jenis beras basmati cokelat merupakan gandum utuh, yang dipercaya akan manfaat kesehatannya. Sebuah penelitian pun menunjukkan kemampuan gandum utuh dalam menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, dan kematian dini.

Riset lainnya juga membuktikan, gandum utuh yang diolah menjadi nasi cokelat bisa menurunkan risiko penyakit diabetes tipe 2. Mengonsumsi gandum utuh secara rutin juga terbukti mampu mengatasi peradangan di dalam tubuh.

Meningkatkan kesehatan otak


Beras basmati mengandung vitamin B yang cukup tinggi, termasuk vitamin B1 alias thiamin. Setidaknya, beras basmati mengandung 22% kebutuhan harian Anda akan vitamin B1 yang sangat penting untuk kesehatan otak. Jadi tidak heran kalau beras basmati dipercaya dapat menjaga atau bahkan meningkatkan kesehatan otak.
(MBM)