KULINER

Kemenparekraf Umumkan Pemenang Food Startup Indonesia MMXX

Gervin Nathaniel Purba
Jumat 16 Oktober 2020 / 21:44
Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengumumkan tiga pelaku usaha terbaik pada ajang Food Startup Indonesia (FSI) MMXX. Mereka berhak mendapatkan fasilitas akses pembiayaan untuk pengembangan bisnis.

Ketiga pelaku usaha tersebut sebelumnya melakukan presentasi dalam kegiatan pitching di depan panelis serta calon investor dalam kegiatan puncak Demoday FSI MMXX yang berlangsung di Sofitel, Nusa
Dua, Bali.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo, dalam acara puncak Demoday FSI MMXX mengatakan, Demoday yang berlangsung pada 12 hingga 15 Oktober menghadirkan 100 finalis FSI MMXX. Seluruh finalis mendapatkan pendampingan mulai dari direct mentoring, business coaching, dan pemasaran.

"Pendampingan dilakukan sejumlah expertise yang dulunya juga merupakan pelaku usaha, antara lain Sano Superfood (Eka Seafood Indonesia), Donny Wangke (Sano Superfood), dan Nilamsari (Sari Kreasi Boga),” ujar Fadjar Hutomo, dikutip keterangan tertulis, Jumat, 16 Oktober 2020.

Dari 100 finalis tersebut, dipilih 25 finalis yang berhak melakukan presentasi dalam kegiatan pitching di depan panelis yang memiliki kompetensi di industri kuliner. Peserta terpilih dari 17 food manufacture dan delapan food service yang berasal dari sembilan provinsi.

"Perwakilan terbanyak berasal dari Jawa Barat sebanyak delapan peserta, DKI Jakarta lima peserta, dan Jawa Timur lima peserta," ujar Fadjar.

Dari sesi pitching tersebut kemudian terpilih tiga pelaku usaha terbaik, yaitu peringkat pertama Kato Dehydrated Foods (Malang, Jawa Timur), kedua Prospero Realcho (Kabupaten Tangerang,
Banten), dan ketiga Eggy Telur Asin Pedas (Sumedang, Jawa Barat).

Penilaian yang dilakukan berdasarkan kesiapan produk, keamanan, inovasi, kesiapan pasar, risiko investasi, partnership, dan strategi investasi.

"Kehadiran investor dalam Demoday menunjukkan dukungan terhadap pelaku usaha sektor kuliner sangat besar. Dengan terbukanya peluang permodalan ini, pemerintah berharap ekosistem sektor kuliner tetap optimis dalam situasi pandemi," ujarnya.

Selain suntikan dana dari investor, masing-masing peserta terbaik mendapat green card mengikuti program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) 2021.

Tidak hanya bagi 25 peserta terpilih, FSI MMXX membuka kesempatan yang besar bagi seluruh finalis untuk memperoleh kesempatan akses permodalan dan pemasaran melalui jejaring yang terjalin selama acara Demoday.

Beberapa investor yang hadir dalam Demoday FSI MMXX berasal dari kategori Fintech, Fintech
ECF, dan Venture Capital

Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf, Hanifah Makarim, mengungkapkan pada aspek jenis pendanaan yang dibutuhkan, panitia FSI MMXX mengidentifikasi ke dalam lima sumber yaitu bank, equity, fintech, profit sharing, dan lembaga pinjaman lainnya.

Sumber pendanaan dari bank dan equity paling diminati oleh masing-masing perusahaan baik food manufacture dan food service.

Menparekraf Wishnutama Kusubandio yang hadir pada acara itu mengapresiasi penyelenggaraan FSI MMXX sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner. Khususnya dalam mendapatkan akses pembiayaan guna pengembangan bisnis.

"Kami berharap finalis dan investor sama-sama dapat menjalin kerja sama agar pelaku usaha kita dapat terus tumbuh di tengah pandemi COVID-19," ujar Wishnutama.

Kegiatan Demo Day FSI tahun ini dilakukan secara hybrid, gabungan antara offline dan online. Seluruh kegiatan yang dilakukan secara fisik mengacu pada standar protokol kesehatan pemerintah kepada setiap peserta yang berlangsung di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort.
(ROS)