KULINER

Bikin 20 Ribu Porsi Nasi Goreng, Sasa Catat Rekor MURI

Sandra Odilifia
Jumat 30 April 2021 / 14:05
Jakarta: Sasa, produsen bumbu masakan praktis, mencatat rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Rekor itu tercipta ketika Sasa membuat 20.000 porsi nasi goreng yang dimasak secara massal untuk dibagikan kepada warga sekitar.

Kegiatan ini dinamakan 'Buka Puasa dengan Nasi Goreng Peserta Terbanyak'. Kegiatan ini mendapatkan sertifikat rekor MURI yang diserahkan oleh Senior Manager MURI Triyono di lokasi acara, yakni di SMKN 57 Jakarta Selatan.

Mengambil momentum di bulan Ramadan, Sasa melihat pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, yang bisa dilakukan dengan penyajian menu-menu yang ringkas seperti nasi goreng.

Nasi Goreng dipilih menjadi menu yang dimasak dalam acara ini. Sebab nasi goreng merupakan salah satu menu populer yang cocok dihidangkan untuk berbuka maupun sahur.

Selain pembuatannya praktis, nasi goreng juga memiliki rasa yang enak, dan harganya terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Varian yang dimasak secara massal ini merupakan salah satu varian baru, yaitu Sasa Bumbu Nasi Goreng Sambal Matah yang telah diperkenalkan sejak Februari lalu. Bersamaan dengan itu, ada 2 varian baru lainnya yaitu Sasa Nasi Goreng Barbeque dan Sasa Nasi Goreng Telur.

“Nasi goreng merupakan masakan paling mudah dan proteinnya lengkap. Hari ini kami meluncurkan bumbu praktis untuk dua makanan yang diakui dunia, yaitu Nasi Goreng dan Rendang. Bumbu nasi goreng kami juga merupakan produk yang praktis sehingga semua orang bisa memasaknya dengan mudah," ujar Albert Dinata selaku Marketing Director, Consumer Acquisition & Retention PT Sasa Inti.


Pemecahan rekor MURI membuat 20 ribu porsi nasi goreng oleh Sasa. (Foto: Sasa)

Head Corporate Chef PT Sasa Inti, Rendy Kongs menambahkan bahwa bumbu praktis yang disajikan hari ini bukan hanya mengejar jumlah makanan yang dibagikan, namun juga menjaga kualitas tinggi makanan dengan bumbu praktis Sasa.

“Bumbu Sasa ini membantu kami menjaga timing dalam memecahkan rekor memasak 20,000 porsi nasi goreng hari ini, karena memang sangat praktis digunakan yang dengan tetap memperhatikan rasa juga. Pengalaman memasak menjadi lebih simpel karena tidak perlu lagi ditambahkan bahan seperti bawang dan cabai,” tambah Chef Kongs.

Dr. Cindiawaty J. Pudjiadi, MARS, MS, SpGK, Spesialis Gizi Klinis, mengonfirmasi bahwa dengan cara masak yang tepat, nasi goreng juga dapat mengakomodasi nutrisi yang ideal untuk sehari-hari.

“Nasi goreng mengandung berbagai nutrisi termasuk karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Di dalam masa pandemi, memasak nasi goreng di rumah menyediakan opsi praktis dan tetap bergizi, tinggal disesuaikan lauk pauknya," ujar Dr. Cindiawaty.

"Kadarnya hanya perlu disesuaikan, yang penting tidak ada pemakaian bahan yang berlebihan dan jika ditambahkan sayur akan semakin baik” tambah dr. Cindy.

Aksi memasak nasi goreng untuk berbuka puasa ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia sehingga berhasil memecahkan rekor MURI.

“Museum Rekor Indonesia dengan bangga menyerahkan sertifikat rekor kepada Sasa sebagai penyelenggara acara ‘Buka Puasa dengan Nasi Goreng Peserta Terbanyak’ sebanyak 20.000 porsi,” ungkap Triyono selaku perwakilan MURI yang diikuti dengan penyerahan sertifikat kepada perwakilan Sasa.

Penyerahan rekor MURI ditutup dengan aksi sosial berupa pembagian 20.000 porsi nasi goreng kepada 20.000 warga di masjid atau mushola maupun area pemukiman di sekitar lokasi.
(FIR)