KULINER

Tren Makan Selama Pandemi Covid-19

Sunnaholomi Halakrispen
Rabu 07 Oktober 2020 / 12:23
Jakarta: Ada lebih banyak masakan rumahan. Bahkan ketika orang makan makanan restoran, mereka sering mencari hidangan yang sudah dikenal. Namun tren makan selama pandemi covid-19 berbeda dari yang biasanya.

Dikutip dari CST, pada waktu normal tren makanan sering kali dimulai di restoran, dengan koki papan atas. Mungkin restoran atau cafe itu pernah ditulis di majalah atau blog makanan. Setelah beberapa waktu, kamu bisa menemukan bahan yang sedang tren di rak toko bahan makanan.

Saat ini, pandemi menentukan bagaimana dan apa yang kita makan, dari jalan pintas hingga slow cooker. Ada lebih banyak masakan rumah dan lebih banyak makanan keluarga.

"Secara umum tren melihat ke belakang dan bukan ke depan. Resep dari tahun 1960-an dan 70-an seperti ayam Kiev, ayam ala raja, fondue keju, dan roti salmon menjadi lebih populer," kata Esmee Williams dari Allrecipes yang berbasis di Seattle Amerika.

"Ada banyak kekecewaan yang terjadi di saat ini, jadi mari manjakan diri kita dengan sesuatu yang kita semua suka," tutur Williams.

Ini merupakan bagian dari nostalgia yang melanda banyak industri, termasuk dekorasi, mode, dan kecantikan. Setahun lalu, kata Williams, banyak pencinta kuliner yang aspiratif dalam diet mereka. Sekarang, kurang.

Seperti yang dikatakan Darren Seifer, Analis Industri Makanan dan Minuman untuk NPD Group di Chicago, konsumen tidak ingin mencari hal baru dan mewah. Kebanyakan hanya mencoba bertahan.



(Saat ini banyak orang, karena pandemi jadi mengolah masakan di rumah. Dari yang mudah, cepat sampai mencoba yang sophisticated. Foto: Pexels.com)


Di bawah segala macam tekanan, orang menyulap keinginan untuk makanan yang menenangkan dengan kebutuhan untuk menemukan pola makan yang sehat. Selain itu, menghindari stres makan atau emotional eating.

"Jika kamu adalah produsen makanan dan minuman, kamu perlu memikirkan tentang kemudahan dan kenyamanan saat ini," ucap Seifer.

Hal itu mengarah pada beberapa tren yang kontradiktif. Koki rumahan menyajikan lebih banyak sayuran. Sambil juga mengarah ke makanan manis dan camilan yang memanjakan lidah. 

Seifer mengutip penjualan sayuran dan es krim yang lebih tinggi pada Mei 2020, dibandingkan dengan Mei tahun sebelumnya. Seifer dan Williams juga melihat tren ke arah produk pintas, seperti olahan makanan yang didinginkan (bisa jadi dipanaskan), agar pembeli bisa memasak kembali di rumah masing-masing 

Carli Baum dari New York City menggambarkan rutinitas paginya yang menyenangkan. Dia memanggang roti dingin untuk anak-anaknya yang masih kecil. 

Tetapi, ditambahkan dengan telur buatan sendiri dan buah beri segar. Sebab, dia senang membuat sarapan, tetapi tidak ingin membuat semuanya dari awal sendiri. Yah, mungkin kamu juga sama? Cobalah untuk mengulang resep legendaris keluarga kamu untuk makan malam nanti misalnya.
(TIN)