FITNESS & HEALTH

Tidak Hanya Gejala Covid-19 Saja, Berikut Adalah Penyebab Anosmia

Raka Lestari
Rabu 02 Desember 2020 / 15:36
Jakarta: Anosmia adalah hilangnya kemampuan indra penciuman sebagian atau seluruhnya. Kehilangan ini mungkin bersifat sementara atau permanen.

Kondisi umum yang mengiritasi lapisan hidung, seperti alergi atau pilek, dapat menyebabkan anosmia sementara. Dan pada masa pandemi covid-19 ini, anosmia menjadi salah satu gejala covid-19.

Tidak hanya covid-19, anosmia juga bisa menjadi pertanda dari beberapa penyakit berikut ini:

Iritasi pada selaput lendir yang melapisi hidung. Kondisi ini dapat menyebakan:

- Infeksi sinus
- Flu atau pilek
- Batuk
- Influenza
- Alergi
- Hidung tersumbat kronis yang tidak berkaitan dengan alergi (rinitis non alergi)
- Pilek adalah penyebab paling umum dari hilangnya kemampuan indra penciuman sementara atau sebagian. Dalam kasus ini, anosmia akan hilang dengan sendirinya.
 

Penyumbatan saluran hidung


Kehilangan kemampuan indra penciuman dapat terjadi jika ada sesuatu yang secara fisik menyumbat jalannya udara ke hidung. Biasanya disebabkan karena:

- Tumor
- Polip hidung
- Kelainan bentuk tulang di dalam hidung atau septum hidung
- Kerusakan otak atau saraf


anosmia
(Pada masa pandemi covid-19 ini anosmia menjadi salah satu gejala covid-19. Konsultasikan pada dokter jika kamu merasa kehilangan indra penciuman kamu. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Ada reseptor di dalam hidung yang mengirimkan informasi melalui saraf ke otak. Anosmia dapat terjadi jika salah satu bagian dari jalur ini rusak. Ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan ini, di antaranya:

- Usia tua
- Penyakit Alzheimer
- Masalah hormon
- Tiroid yang kurang aktif
- Obat-obatan, termasuk beberapa antibiotik dan obat-obatan untuk tekanan darah tinggi
- Schizopreni
- Epilepsi
- Diabetes
 

Bagaiamana mendiagnosis anosmia?


Untuk mengukur hilangnya kemampuan indra penciuman mungkin akan sulit. Dokter biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan mengenai gejala yang dirasakan, melakukan pemeriksaan hidung, melakukan pemeriksaan fisik lengkap, dan menanyakan riwayat kesehatan. 

Dokter juga biasanya akan menanyakan kapan masalah tersebut dimulai, apakah semua atau hanya beberapa jenis bau yang terpengaruh, dan apakah masih bisa mencicipi makanan atau tidak.
(TIN)