FITNESS & HEALTH

Ini Perbedaan Bakteri dengan Virus, Manakah yang Lebih Berbahaya?

Raka Lestari
Rabu 02 Desember 2020 / 18:15
Jakarta: Bakteri dan virus adalah penyebab penyakit yang paling umum terjadi pada manusia. Ketika kamu menyentuh permukaan, berjabat tangan, atau terkena bersin seseorang, kemungkinan kamu bersentuhan dengan bakteri baru atau virus baru yang dapat masuk ke tubuh saat kamu menyentuh mulut, hidung, atau mata.
 

Perbedaan bakteri dan virus dari segi biologis


Bakteri adalah organisme bersel tunggal yang hidup di sekitar kita, termasuk di dalam usus kita. Kebanyakan bakteri tidak berbahaya, dan beberapa bahkan melindungi. Namun, sebagian kecil bisa berbahaya dan menyebabkan penyakit.

Sedangkan virus bersifat parasit, yang berarti mereka membutuhkan inang hidup untuk bertahan hidup. Virus menginfeksi sel makhluk hidup, termasuk manusia, dan dapat menyebabkan penyakit seperti flu biasa atau AIDS. Meskipun sebagian besar virus berpotensi berbahaya, beberapa virus sebenarnya dapat bermanfaat.

Menurut Mark G. Albert, sekitar 1 persen bakteri dapat menyebabkan penyakit seperti berikut:

1. Staphylococcus aureus, yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas.
2. Klebsiella pneumonia dan Streptococcus Pneumoniae, yang dapat menyeybabkan pneumonia.
3. E.coli dan Salmonell, yang dapat ditemukan pada daging yang mentah dan dapat menyebabkan keracunan makanan.

Di sisi lain, virus tidak dianggap sebagai organisme hidup karena mereka membutuhkan sel inang untuk berkembang biak. Mirip dengan bakteri, virus menyebar saat bersentuhan dengan inang.

“Setelah bersentuhan dengan virus, virus akan menyerang sel-sel sehat di tubuh untuk berkembang biak dan menyebar ke seluruh tubuh. Akan tetapai, sistem imun tubuh akan menyerang virus yang membahayakan tersebut sebelum mereka akan berdampak pada tubuh,” kata Erin Nance, MD.

Infeksi bakteri biasanya terbatas pada satu area tubuh, seperti infeksi telinga atau radang tenggorokan. Sedangkan infeksi virus cenderung lebih mudah menyebar dan memengaruhi seluruh tubuh. Seperti kondisi berikut ini:

1. Flu biasa, yang paling sering disebabkan oleh rhinovirus. Gejalanya berpusat di sekitar kepala dan dada dan termasuk sakit tenggorokan, bersin, dan batuk.
2. Influenza, yang disebabkan oleh virus influenza. Gejalanya berupa demam, batuk, dan nyeri.
3. Covid-19, yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Gejalanya berupa demam, batuk, dan sesak napas.
(FIR)