FAMILY

Pentingnya Imunisasi untuk Tekan Wabah Penyakit

Timi Trieska Dara
Minggu 29 November 2020 / 18:00
Jakarta: Pandemi covid-19 seakan mempertegas bahwa penyakit menular tidak mengenal batas. Semua negara menjadi rentan, tak peduli tingkat pendapatan ataupun kekuatan sistem perawatan kesehatan yang mereka miliki. 

Di seluruh wilayah Eropa menurut WHO puluhan juta orang hidup dalam kondisi lockdown selama berpekan-pekan dan lebih dari 100.000 orang meninggal. Kecepatan penyebaran dan kehancuran yang ditimbulkan covid-19 atau virus korona benar-benar telah mengubah kehidupan.

Kebutuhan mendesak terhadap vaksin covid-19 jadi pengingat pentingnya imunisasi dalam melindungi kehidupan dan ekonomi sebuah negara. 

Ketika para ilmuwan di seluruh dunia bekerja untuk mengembangkan vaksin melawan covid-19 dan kapasitas perawatan kesehatan yang diperluas dalam menanggapi covid-19, program imunisasi rutin nasional pun lebih penting daripada sebelumnya. 

Pemerintah di seluruh negara berlomba menggunakan setiap peluang yang dimiliki untuk melindungi rakyatnya dari banyak penyakit yang sudah tersedia vaksinnya.
 

Abaikan imunisasi rutin, risiko wabah penyakit meningkat


Pada tahun 2018, sekitar 527.000 anak kehilangan dosis pertama vaksin yang mengandung campak di wilayah Eropa. Satu tahun kemudian, virus campak mengekspos kesenjangan imunitas mereka, menginfeksi lebih dari 100.000 orang di semua kelompok usia. 

Melindungi anak-anak, remaja, dan orang dewasa dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi rutin pun kini menjadi suatu keharusan.


vaksin
(Direktur Regional Unicef untuk Eropa dan Asia Tengah, Ms. Afshan Khan mengatakan bahwa sangat penting bahwa program imunisasi rutin berlanjut. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


"Kami tahu bahwa kerentanan terhadap penyakit menular di mana saja merupakan ancaman bagi kesehatan masyarakat di mana saja," kata Ms Afshan Khan, Direktur Regional Unicef untuk Eropa dan Asia Tengah.

"Sangat penting bahwa program imunisasi rutin berlanjut selama krisis ini, tentu dengan tetap memprioritaskan perlindungan terhadap tenaga medis dan individu yang menerima imunisasi. Mereka yang telah melewatkan imunisasi rutinnya jadi prioritas," lanjutnya.

Suka tidak suka, fokus mengatasi krisis yang diakibatkan covid-19 telah menganggu layanan imunisasi rutin. Karenanya, setiap negara harus memiliki rencana untuk melanjutkan program imunisasi rutin bagi warganya secepat mungkin. 

Setiap negara harus siap untuk memvaksinasi mereka yang memiliki risiko lebih tinggi dan memastikan semua orang, termasuk yang paling terpinggirkan, akan memiliki akses yang sama untuk mendapatkan vaksin covid-19 ketika tersedia.

"Kita dapat mencegah dampak lebih lanjut dari covid-19 pada sistem perawatan kesehatan kita dengan memastikan bahwa setiap individu dari segala usia diimunisasi sesuai dengan jadwal nasional," kata Khan.

"Saya mendesak negara-negara untuk mempertahankan pemberian layanan imunisasi dan mendorong permintaan untuk imunisasi, bahkan pada saat yang sulit ini. Memprioritaskan imunisasi adalah salah satu dari empat bidang utama saya dan merupakan pusat visi WHO untuk kesehatan dalam Program Kerja Eropa yang baru," kata Dr Hans Henri P. Kluge, Direktur Regional WHO untuk Eropa.

WHO dan UNICEF akan terus mendukung upaya pemerintah untuk memperkuat program imunisasi mereka, termasuk melalui perencanaan strategis untuk pemberian imunisasi yang adil, memperkuat pengawasan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, dan keterlibatan serta pendidikan masyarakat.

Di masa mendatang, vaksin akan terus berfungsi sebagai fondasi bagi kesehatan dan kesejahteraan. Melalui solidaritas, aksi bersama, dan komitmen tanpa lelah untuk tidak melewatkan satu orang pun, masa depan yang lebih sehat dapat tercipta.
(TIN)